“Kalau kita memang bahagia dengan kondisi Indonesia saat ini, kita memilih pemimpin yang berkualitas serupa agar semua kemajuan yang telah tercapai dapat dipertahankan bahkan dikembangkan,” tuturnya.
Ade mengingatkan kembali, agar rakyat Indonesia serius dalam mencari pemimpin bangsa dengan bersikap tidak acuh.
Lebih lanjut dia mencontohkan apa yang terjadi pada DKI Jakarta, di mana mayoritas warganya memilih Gubernur seiman namun tidak becus dalam bekerja.

“Kalau kita hidup santai, tidak peduli, cuek, jangan salahkan kalau Indonesia nantinya akan terjerembab, DKI Jakarta adalah contoh terbaik. Segenap pencapaian gubernur terdahulu, terutama Jokowi dan Ahok hancur berantakan gara-gara 56 persen warga Jakarta memilih gubernur seiman yang sama sekali enggak becus kerjanya,” ungkap Ade.
Baca Juga:Gagal Antisipasi Kerumunan di Tanah Abang, PDIP: Anies Tidak Fokus Urus DKI
Oleh sebabnya, Ade mengajak agar rakyat Indonesia tidak mengulang kesalahan yang sama dengan mencari calon-calon pemimpin yang berkualitas sehingga bisa membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Bangsa Indonesia tidak boleh mengulang kesalahan bodoh yang sama, sejak sekarang kita juga harus menilai kualitas calon-calon pemimpin yang nanti akan bertarung. Waktu tiga tahun adalah waktu yang cukup lama kalau kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan proses penilaian,” imbuhnya.