SuaraBogor.id - Umi Pipik kembali buka suara soal isu Uje poligami dan punya istri tiga. Alasan Umi Pipik bongkar Uje poligami sekarang karena dirinya tidak mau mengecewakan umat pengikut almarhum Ustaz Jefri Al Buchori.
Menurut Umi Pipik, jika dulu dirinya membongkar kabar Uje poligami tentunya akan berdampak kepada umat pengikut Uje saat berdakwah.
Oleh karenanya, Umi Pipik mengaku saat ini waktu yang pas untuk bongkar bahwa almarhum Uje poligami dan mempunyai istri tiga.
“Kenapa baru sekarang saya membuka ini? Kenapa gak dari dulu saja? Ada pertimbangan kenapa gak dulu saja dibuka karena saat itu saya tidak mau egois dengan diri saya, saya ingin umat fokus saja dengan dakwah almarhum. Saya tidak mau umat kecewa dengan poligami beliau lalu membully atau meninggalkan beliau,” tulisnya di Instastory pada Rabu, 26 Mei 2021.
Baca Juga:Kabarnya Umi Pipik Mau Nikah Tahun Ini, Ressa Herlambang Japri, Tapi Dicuekin
Umi Pipik tak menampik bahwa dirinya butuh nafkah dari almarhum mengingat saat itu usia anak-anaknya masih kecil.
“Secara tidak langsung saya menghentikan rejeki beliau, padahal saya masih butuh nafkah beliau karena anak-anak saya masih kecil saat itu.”
Tak hanya itu, Umi Pipik juga ingin fokus untuk menemukan putra Uje dari istri kedua. Hal ini dilakukan Umi Pipik lantaran takut jika anak gadisnya menjalin hubungan spesial dengan orang yang masih sedarah.
“Tujuan saya supaya suatu saat jika anak ini sudah besar lalu tidak sengaja bertemu anak gadis saya dan mereka menjalin hubungan, tanpa mereka tau ternyata mereka sedarah, ini yang tidak boleh dalam agama. Jadi sekali lagi fokus saya hanya kepada putra alm saja.”
Di akhir kalimatnya, Umi Pipik juga menyinggung soal pembicaraan dengan almarhum Uje seminggu sebelum kematiannya. Kendati begitu, Ibu 4 anak tersebut menolah untuk membeberkan hal tersebut.
Baca Juga:Hari Raya Waisak, Umat Buddha Sembahyang di Vihara Dharma Bogor
“Satu minggu sebelum beliau meninggal, saya yang paling tau apa yang dilakukan beliau, apa yang dibicarakan beliau kepada saya dan itu biar menjadi cerita saya dengan beliau saja, dan Allah ta’ala tentunya.”
- 1
- 2