Lebih lanjut, Alfian menceritakan soal peristiwa aksi demonstrasi Front Pembela Islam pada tahun 2015 dimana saat itu 17 anggota FPI ditangkap dan satu orang meninggal di tangan aparat Kepolisian.
“Dan ketika terjadi demonstrasi rutin oleh teman-teman Front Pembela Islam setiap hari Jumat dan ada kerusuhan per tanggal 13 Oktober 2015, maka anak-anak FPI tertangkap 17 orang, satu orang disiksa dan mati satu orang di tangan polisi dan tidak pernah dibahas,” kata Alfian Tanjung.
Kala itu, menurut Alfian, terjadi rapat antara pihak Polres Jakarta Utara dengan pemerintah. Dalam rapat tersebut, Ahok meminta aparat Kepolisian untuk mengisi mobil water canon dengan bensin agar orang-orang yang melakukan demo itu mati terbakar.
“Lalu terjadi rapat di Polres Jakarta Utara. Apa kata Ahok? ‘Polisi water cannon yah, jangan diisi air, ganti dengan bensin biar mati semua orang yang demo itu,” ungkapnya.
Baca Juga:Ustaz Alfian Tanjung Serang Jokowi, Netizen: Gak Cape Dagang PKI Terus
Menurut Alfian Tanjung, pernyataan Ahok tersebut hampir serupa dengan tokoh Komunis dunia yang menjadi kiblat kader PKI yakni Joseph Stalin.
“Itu persis pernyataan Stalin, ‘Aku rela membunuh 30 juta mayat manusia asalkan aku berkuasa’,” ujarnya.