Kuseri mengklaim bahwa pemotongan itu sudah mendapat persetujuan dari para ketua RT, tokoh masyarakat dan Satgas Covid-19 setempat.
Dia pun menegaskan bahwa uang tersebut bukan pemotongan Bansos, tapi hanya donasi yang rutin dilakukan warga lingkungannya.
"Kami berinisiatif agar ambulan bisa segera berjalan, karena memang sedang dibutuhkan. Kebetulan saja waktunya bersamaan dengan pencairan Bansos," jelas Kuseri.
Dia mengakui, persoalan ini sampai viral karena sosialisasi yang kurang maksimal dari pihaknya.
Baca Juga:Gugatan David Tobing Soal Raffi Ahmad Diduga Langgar Prokes Ditolak Majelis Hakim PN Depok
Sosialisasi hanya dilakukan secara lisan oleh para Ketua RT saat menyerahkan undangan pengambilan Bansos ke rumah KPM.
Mungkin, lanjutnya, ada warga yang tidak menerima info karena sedang tidak di rumah atau memang tidak mengerti.
"Bisa juga 100 orang suka (Tidak keberatan donasi), tapi 1 orang keberatan. Makanya jadi masalah. Tapi ini memang tanggungjawab saya," pungkasnya.
Seperti diketahui, seorang warga Depok mengadukan adanya pemotongan dana Bansos sebesar Rp50 ribu dari Rp600 ribu yang seharusnya di terima.
Aduan itu pun viral di media sosial sampai menarik perhatian media lokal dan media nasional beberapa hari terakhir.
Baca Juga:Berkas P21, M Totoh Penyuap Bupati Aa Umbara di Kasus Bansos Covid Segera Diadili
Kontributor : Immawan Zulkarnain