facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkot Bogor Hentikan Vaksinasi Pelajar, Ini Alasannya

Dythia Novianty Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:02 WIB

Pemkot Bogor Hentikan Vaksinasi Pelajar, Ini Alasannya
Wali Kota Bogor Bima Arya. (HO-Suarabogor.id/Regi Pranata Bangun)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghentikan sementara proses vaksinasi Covid-19 terhadap para pelajar.

SuaraBogor.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghentikan sementara proses vaksinasi Covid-19 terhadap para pelajar.

Bukan tanpa alasan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, penghentian ini disebabkan tingginya antusias masyarakat.

"Ketersediaan vaksin di Kota Bogor cepat menipis," katanya, dilansir dari Ayo Bandung, Selasa (10/8/2021).

Untuk itu, salah satu prioritas utama vaksinasi Covid-19 yakni masyarakat umum.

Baca Juga: Lampaui Target Jokowi, Wagub DKI Naikkan Target Vaksinasi Covid-19 Jadi 11 Juta

"Karena masyarakat umum cukup antusias, makannya kami prioritaskan dulu untuk kategori masyarakat umum. Karena kategori pelajar bisa sedikit menunggu," ungkapnya.

Bima mengaku, jika stok vaksin Covid-19 di Kota Bogor ditambah oleh pemerintah pusat. Tidak menutup kemungkinan vaksinasi Covid-19 dengan sasaran pelajar bakal kembali dilanjutkan.

"Kalau stok vaksinnya sudah ada, sudah ditambah, dan cukup kita akan lanjutkan kembali vaksinasi Covid-19 untuk pelajar Kota Bogor. Jadi mohon bersabar," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada pada Satgas Covid-19 Kota Bogor, vaksinasi Covid-19 terhadap remaja dan pelajar ditargetkan menyasar kepada 104.417 sasaran.

Saat ini, Satgas Covid-19 Kota Bogor baru melakukan vaksinasi Covid-19 kepada remaja dan pelajar sebanyak 15.502 sasaran pada dosis pertama. Sementara dosis kedua baru 1.372 sasaran.

Baca Juga: Buntut Suntik Vaksin Kosong, Nakes Diberhentikan Jadi Vaksinator

"Dari 104.417 remaja dan pelajar yang kami targetkan sebagai sasaran penerima vaksin, dosis pertama baru kami berikan kepada 15.502 pelajar atau 14,85 persen. Sementara dosis kedua baru 1.372 sasaran atau 1,31 persen," tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait