Sudah 76 Tahun Merdeka, Dua Desa di Cianjur Masih Terisolasi

Miris mungkin, hampir setiap hari warga harus melintasi Sungai Cibuni dengan sebuah rakit yang terbuat dari bambu dan dikerek dengan sebuah tali baja di Cianjur.

Andi Ahmad S
Jum'at, 13 Agustus 2021 | 19:45 WIB
Sudah 76 Tahun Merdeka, Dua Desa di Cianjur Masih Terisolasi
Sejumlah warga saat menyebrangi sungai Cibuni dengan menaiki rakit bambu [Suarabogor.id/Fauzi Noviandi]

"Dalam satu minggu ada empat orang yang menarik rakit, setiap penghasilan perpekannya, disisilan untuk biaya perawatan saling, atau kastrol penarik dan pembuatan rakit baru, yang mencapai Rp 2 juta. Rakit bambu ini hanya bisa digunakan selama empat bulan," jelasnya.

Deni mengisahkan, dimusim hujan ketinggian dapat mencapai setinggi 5 meter dari dasar sungai. Dan tidak jarang banyak warga dan kendaraan yang terbawa hanyut karena arus yang kuat. Namun tidak pernah ada korban jiwa.

Sedangkan lanjut dia, dimusim kemarau, ketinggian Sungai hanya mencapai sebetis pria dewasa, dan rakit tidak bisa ketepi sungai, sehingga warga terpaksa harus diturunkan ditengah sungai.

"Kalau musim kemarau seperti saat ini, rakit hanya bisa sampai ditengah, warga yang mau naik, atau pun yang turun terpaksa harus menyebrangi sungai dengan jalan kaki," jelasnya.

Baca Juga:Lima Santri di Cianjur Terseret Ombak, Satu Orang Hilang

Walau pun masih pendapatannya selama menjadi pengerek rakit bambu, namun ia masih bersyukur karena dapat menafkahi keluarganya, serta menyekolahkan anak - anaknya.

Selain itu, Deni mengatakan, hingga saat ini perhatian dari pemerintah desa setempat, untuk membantu biaya perawatan rakit pun belum pernah ada. Padahal rakit tersebut sering digunakan warga yang berasal dari tiga desa.

"Jangankan Pemkab Cianjur, pemerintah desa setempat pun belum pernah membantu kami untuk membantu biaya perawatan rakit atau membuarnya yang baru," jelasnya.

Ia mengatakan, sudah beberapa kali calon Bupati, Wakil Bupati dan Caleg yang sudah berjanji akan segera membangun jembatan. Namun pada kenyataanya hingga kini belum terealisasi.

"Sempat ada yang datang, ke sini dari Dinas PUPR, tapi selanjutnya tidak ada pengukuran atau langlaj selanjut. Jadi jangan datang kesini saat pas mau dipilih saja ketika menjadi calon Bupati atau DPRD," jelasnya.

Baca Juga:Polda Metro Jaya Klaim 98,1 Persen Warga Jakarta Sudah Vaksin Dosis Pertama

Oleh karena itu, Deni dan rekan - rekannya serta warga ditiga desa tersebut, berharap pemerintah bisa segera membangun jembatan, agar segala aktifitas warga tidak ada kendala.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini