alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miris, Masih Ada Wilayah Terbelakang di Bogor Tak Jauh Dari Istana Presiden

Andi Ahmad S Selasa, 28 September 2021 | 10:49 WIB

Miris, Masih Ada Wilayah Terbelakang di Bogor Tak Jauh Dari Istana Presiden
Anggota Komisi V DPR RI, Mulyadi bersama Bupati Bogor Ade Yasin, dan Kepala Desa Wargajaya, Kecamatan Wargajaya, Sukamakmur, Ooy Tamami. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Bahkan, Anggota Komisi V DPR Mulyadi merasa miris. Wilayah masih terbelakang itu berada di Kabupaten Bogor berbatasan dengan Cianjur.

SuaraBogor.id - Miris, masih ada wilayah terbelakang di Bogor ditemukan tak jauh dari Istana Kepresidenan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bahkan, Anggota Komisi V DPR Mulyadi merasa miris. Wilayah masih terbelakang itu berada di Kabupaten Bogor berbatasan dengan Cianjur.

"Karena ini daerah yang sebenarnya secara radius tidak jauh dari istana. Tapi kenapa harus terbelakang," ungkapnya saat mendampingi Bupati Bogor Ade Yasin meninjau Jalur Sukamakmur, yang selama ini menjadi jalan alternatif menuju Cipanas Cianjur, mengutip dari Antara, Selasa (28/9/2021).

Dia menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kecamatan Sukamakmur memiliki indeks pembangunan manusia (IPM) 52,23 poin, di bawah rata-rata IPM Kabupaten Bogor 69,12 poin. Kecamatan Sukamakmur bahkan memiliki nilai IPM terendah dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: 18 Kecamatan di Kabupaten Bogor Berpotesi Banjir, Warga Diminta Waspada

Legislator asal Kabupaten Bogor itu menganggap solusi yang perlu dilakukan pemerintah yaitu membangun jalur utama di kawasan tersebut, yakni Jalur Puncak II atau Poros Tengah Timur (PTT).

Mulyadi yang juga merupakan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengaku sempat memperjuangkan pembangunan Jalur Puncak II dalam APBN tahun 2021, tapi upaya tersebut tak berhasil ketika sudah melakukan pembahasan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ia menyebutkan, jika ke depan proses pengajuannya mengalami hal serupa, Politisi Partai Gerindra itu akan mencicil pembangunan Jalan Puncak II menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) setiap tahunnya.

"Kalau hari ini negara masih belum juga hadir dalam konteks APBN, kebetulan saya oleh fraksi ditugaskan di Badan Anggaran juga, dan dapatkan kesempatan untuk Dana Alokasi Khusus," kata Mulyadi.

Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa terbangunnya Jalur Puncak II akan membangkitkan ekonomi sedikitnya di lima wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 28 September: Bogor-Depok Hujan

"Lebih dari 550 ribu penduduk yang tinggal di lima kecamatan ini, yaitu Citeureup, Babakan Madang, Cariu, Tanjungsari, dan Sukamakmur, akan mendapatkan pengaruh (ekonomi) dari pengembangan jalan ini," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait