Bagian tubuh sapi tersebut dipotong kecil-kecil, ditambah dengan potongan lontong dan keripik tempe, lalu disiram dengan saus kacang. Jika suka, pembeli bisa menambahkan kecap manis dan sambal sebagai pelengkap rasa.
Hasilnya, cita rasa manis, renyah asin dan kenyal menyatu sempurna dalam satu porsi Cungkring Pak Jumat. Soal harga masih ramah di kantong, yakni Rp18 ribu perporsi.

Warga Kota Bogor pasti sudah tidak asing dengan martabak legendari yang satu ini, karena Martabak Encek sudah berjualan sejak 1970-an. Laman jendelakita.id menulis, kedainya yang berada di Gang Aut, Suryakencana, Bogor tak pernah sepi pembeli.
Baca Juga:Selamat! Kota Bogor Nol Kasus Covid-19
Jika ingin membeli martabak ini, kita harus rela antri hingga satu jam, bahkan bisa lebih.
Martabak Encek adalah tipikal martabak manis dengan isian seperti keju, cokelat dan kacang. Yang membedakan martabak ini dengan martabak lainnya adalah cara memasaknya.
Martabak Encek tida dimasak menggunakan kompor gas, melainkan dengan bara api dari arang. Bisa jadi ini yang membuat Martabak Encek memiliki rasa yang khas, yang tida dimiliki penjual martabak manis lainnya.
Harga yang dibanderol oleh Martabak Encek berkisar antara 40 hingga 60 ribu rupiah per loyang. Harga ini setimpal, karena yang kita dapatkan adalah martabak manis dengan bahan premium ditambah isiannya yang melimpah.
Baca Juga:Rocky Gerung dan Sentul City Berdamai, ProDEM: Kami Tetap Akan Berjuang Bersama Warga

Sate yang satu ini berbeda dengan sate pada umumnya. Jika sate lain menggunakan daging dan lemak, maka Sate Sumsum Pak Oo menggunakan bagian tubuh sapi yang antimainstrem, yakni sumsum dan ginjal sapi.