alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasien Covid-19 di Kota Bogor Tinggal 18 Orang, Bima Arya: Fokus Pemulihan Ekonomi

Andi Ahmad S Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Pasien Covid-19 di Kota Bogor Tinggal 18 Orang, Bima Arya: Fokus Pemulihan Ekonomi
Wali Kota Bogor Bima Arya memaparkan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. (HO-Suarabogor.id/Regi Pranata Bangun).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, saat ini Pemkot Bogor fokus kepada pemulihan ekonomi. Hal itu disebabkan kasus Covid-19 mulai menurun.

SuaraBogor.id - Alhamdulillah, saat ini kasus Covid-19 di Kota Bogor mengalami penurunan, tercatat tinggal 18 pasien Covid-19 yang masih menjalani isolasi di Kota Hujan tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, saat ini Pemkot Bogor fokus kepada pemulihan ekonomi. Hal itu disebabkan kasus Covid-19 mulai menurun.

Secara umum kondisi Covid-19 di Kota Bogor berangasur membaik. Bahkan sudah beberapa hari terakhir ini penambahan kasus harian Covid-19 di Kota Bogor hanya berkisar satu kasus saja setiap harinya.

"Alhamdulillah semoga dan tidak ada lagi lonjakan kasus Covid-19 agar semua bisa kembali normal. Beberapa hari terakhir ini saja penambahan kasus harian hanya satu kasus, bahkan tidak ada penambahan," katanya Selasa 26 Oktober 2021.

Bima menjelaskan, selama tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor diperkirakan pihaknya akan kembali melonggarkan sejumlah kebijakan yang sempat dibatasi di masa PPKM Level 3 lalu.

"Fokus kita saat ini adalah pemulihan ekonomi yang diiringi protokol kesehatan ketat. Agar roda perekonomian Kota Bogor bisa kembali stabil," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada pada Satgas Covid-19 Kota Bogor, saat ini total pasien positif Covid-19 di Kota Bogor hanya tersisa 18 pasien saja. Pasien-pasien tersebut pun saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

"Saat ini pasien Covid-19 di Kota Bogor tinggal 18 orang. Dan mereka semua sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor," ungkap Bima Arya.

Meski begitu pihaknya tetap menyiagakan Rumah Sakit Lapangan (RSL) untuk mengantisipasi potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor.

"Saat ini RSL Kota Bogor tidak aktif karena tidak ada pasien yang dirawat di sana. Tapi tetap RSL akan kami siagakan, jadi saat terjadi lonjakan RSL langsung kami aktivasi kembali," tutupnya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait