Solidaritas Untuk Gilang Meluas, Mahasiswa UNS Solo Ultimatum Bubarkan Menwa

Para mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo menilai, bahwa keberadaan Menwa tidak memiliki urgensi di kampus yang menyemai iklim akademik.

Andi Ahmad S
Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:44 WIB
Solidaritas Untuk Gilang Meluas, Mahasiswa UNS Solo Ultimatum Bubarkan Menwa
Aksi solidaritas korban Diklat Menwa UNS Solo digelar di Boulevard UNS Solo, Selasa (26/10/2021) malam. [Solopos]

SuaraBogor.id - Kasus tewasnya mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo saat diklat Menwa menjadi perhatian serius. Bahkan, mereka memberikan ultimatum kepada pejabat kampus untuk segera bubarkan Korps Mahasiswa Siaga (KMS) Batalion 906 Jagal Abilawa atau Menwa (Resimen Mahasiswa).

Para mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo menilai, bahwa keberadaan Menwa tidak memiliki urgensi di kampus yang menyemai iklim akademik.

Mereka juga meminta pihak kampus membuka mata agar bersikap tegas kepada Menwa. Hal itu didasari kematian Gilang Endi Saputra, seorang peserta diklat Menwa UNS Solo, akhir pekan lalu.

Ultimatum tersebut disampaikan dalam aksi solidaritas “100 Lilin untuk GE” di Boulevard UNS, Selasa (26/10/2021) malam.

Baca Juga:Pemerintah Resmi Hapus Cuti Bersama Nataru, Fakta Baru Tewasnya Mahasiswa UNS

Menyadur dari Solopos -jaringan Suara.com, Kamis (28/10/2021), selain menyampaikan pernyataan sikap, para mahasiswa berorasi dan membentangkan poster yang mendesak pembubaran Menwa.

“Ini bukan hanya soal Menwa, tapi soal militerisme. Adanya Menwa membuat budaya militerisme tetap tumbuh dalam kampus. Kampus tak lagi ilmiah,” ujar Faiz, seorang peserta aksi, dalam orasinya.

Peserta aksi lain, Pius, mengatakan kasus kematian Gilang Endi mestinya menjadi pelajaran bagi Rektorat untuk meninjau ulang keberadaan Menwa. Menurutnya, bukan tak mungkin ada kasus serupa di kemudian hari apabila kampus tak serius menangani masalah tersebut.

“Jika Menwa UNS Solo tak dibubarkan, akan ada Gilang-Gilang selanjutnya. Kita semua di sini adalah manusia yang menghargai nyawa orang lain,” tuturnya.

Solidaritas untuk Gilang Meluas

Baca Juga:Diksar Tewaskan Mahasiswa, Mako Menwa UNS 'Diserbu' Poster Pembubaran

Lebih jauh, Pius menyayangkan Rektor Jamal Wiwoho yang seakan menghilang saat kasus Gilang. Pernyataan kampus sejauh ini hanya melalui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ahmad Yunus dan Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Sutanto.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini