- Operasi SAR longsor di Desa Pasirlangu, KBB, resmi ditutup setelah berlangsung selama 22 hari sejak 24 Januari 2026.
- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 101 kantong jenazah; 83 korban berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jabar.
- Penghentian operasi dilakukan berdasarkan evaluasi aspek teknis, efektivitas pencarian, dan pertimbangan keselamatan personel di lapangan.
SuaraBogor.id - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di lokasi bencana alam longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi ditutup.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, operasi SAR dilakukan selama 22 hari. Saat ini pihaknya resmi menutup pencarian para korban yang tertimbun longsor tersebut.
“Basarnas secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu setelah berlangsung selama 22 hari,” katanya, dilansir dari Antara, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, keputusan penghentian operasi diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh bersama tim SAR gabungan dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel di lapangan.
Baca Juga:Pastikan Dapur Umum Terpenuhi, PMI Bogor Kirim 2 Truk Logistik ke Lokasi Bencana Cisarua
“Keputusan penghentian operasi diambil melalui evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel,” ujarnya.
Selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 101 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Ade menyebutkan, dari total korban yang teridentifikasi, sebanyak 64 orang merupakan warga setempat. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Basarnas juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut serta permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.
“Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” kata Ade.
Baca Juga:Detik-detik Mengerikan Korban Dihabisi Saat Sujud, Pelaku Masih Menusuk Walau Sudah Dibekap
Operasi pencarian dimulai sejak 24 Januari 2026 dan berakhir pada Jumat (13/2). Sebelumnya, pemerintah daerah telah mencabut status tanggap darurat bencana longsor Cisarua pada 6 Februari 2026.