Pakar Ungkap 4 Faktor Pemicu Bunuh Diri: Kesepian, Putus Asa, Hingga Beban Ekspektasi Orang Tua

Dia menyampaikan faktor-faktor yang bisa memicu keinginan untuk bunuh diri pada remaja berusia 13 sampai 19 tahun.

Andi Ahmad S
Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:00 WIB
Pakar Ungkap 4 Faktor Pemicu Bunuh Diri: Kesepian, Putus Asa, Hingga Beban Ekspektasi Orang Tua
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Pakar kesehatan jiwa Dr. Nova Riyanti Yusuf mengidentifikasi empat pemicu utama keinginan bunuh diri pada remaja.
  • Faktor pemicu meliputi kesepian, keputusasaan, kebutuhan akan penerimaan kelompok, dan beban ekspektasi orang tua.
  • Dr. Nova menyarankan peningkatan kapasitas konselor sekolah dan penyediaan saluran telepon khusus pencegahan bunuh diri.

SuaraBogor.id - Isu kesehatan mental pada remaja" menjadi perhatian serius, terutama kasus-kasus tragis yang muncul di berbagai daerah. Pakar kesehatan jiwa, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf.

Dia menyampaikan faktor-faktor yang bisa memicu keinginan untuk bunuh diri pada remaja berusia 13 sampai 19 tahun.

"Tidak satu faktor saja yang membuat seseorang memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri," kata Dr. Nova Riyanti Yusuf dilansir dari Antara, Jumat (13/2/2026).

Menurut Dr. Nova, ada empat faktor utama yang berpengaruh signifikan dalam memicu keinginan bunuh diri pada remaja:

Baca Juga:Geger di Ciomas, Ketua RT Ditemukan Tewas di Kebun, Diduga Depresi Akibat Sakit Menahun

1. Kesepian yakni bentuk Perasaan kesepian atau terisolasi, tidak memiliki orang yang bisa diajak berbagi masalah, menjadi beban berat.

2. Keputusasaan, yakni Perasaan putus asa akan masa depan, merasa tidak ada jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

3. Kebutuhan Akan Rasa Memiliki yakni Kebutuhan fundamental untuk menjadi bagian dari sesuatu atau diterima dalam kelompok, yang jika tidak terpenuhi bisa menimbulkan perasaan terasing.

4. Beban: Beban hidup yang terasa terlalu berat, baik itu beban ekonomi, beban ekspektasi orang tua, atau beban akademik.

Menurut Dr. Nova, ada kemungkinan akan merasa menanggung beban berat dan kehilangan harapan. Lingkungan keluarga yang menginginkan anak memenuhi ekspektasi orang tua juga bisa menimbulkan beban pada anak.

Baca Juga:Gara-gara Terjerat Hutang, Pedagang Ayam di Cibinong Ditemukan Meninggal

Dr. Nova mengemukakan, dalam kasus bunuh diri anak di wilayah Nusa Tenggara Timur, anak yang tinggal di desa merasa tidak bisa menjadi bagian dari anak-anak seusia mereka karena merasa tidak bisa menggapai apa yang dimiliki oleh anak-anak di kota.

Menurutnya, tekanan akibat tidak bisa memiliki apa yang orang lain punya bisa membuat remaja menganggap mengakhiri hidup sebagai pilihan jalan keluar yang bisa ditempuh.

Ia mengatakan, kapasitas guru-guru konseling di sekolah perlu ditingkatkan agar mereka bisa membantu meringankan atau mengatasi masalah-masalah yang dikhawatirkan bisa memicu keinginan remaja untuk mengakhiri hidup.

Dr. Nova juga menyarankan penyediaan saluran telepon khusus untuk layanan konseling dan pencegahan bunuh diri bagi remaja.

Melalui layanan itu, remaja yang menghadapi masalah bisa menyampaikan keluhan, berkonsultasi, serta meminta masukan dan rekomendasi solusi.

"Sehingga dia bisa turun dari yang sangat ingin bunuh diri, minimal dia tahu ada yang mendengarkan, akhirnya mungkin dia ke-distract dan lain-lain sebagainya," kata Nova.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini