Terobosan Baru, UI Kembangkan Material Baterai Kendaraan Listrik dari Ampas Kopi

Ketua Tim Peneliti FTUI, Ir. Bambang Priyono mengatakan, inovasi ini muncul saat pihaknya yang menemukan banyaknya sampah dari kopi.

Andi Ahmad S
Kamis, 04 November 2021 | 11:43 WIB
Terobosan Baru, UI Kembangkan Material Baterai Kendaraan Listrik dari Ampas Kopi
Ilustrasi ampas kopi (Pixabay/Elias Shariff Falla Mardini)

SuaraBogor.id - Sebuah terobosan baru dimuncuklan oleh Tim Peneliti dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI), yakni membuat material baterai dari olahan ampas kopi.

Ketua Tim Peneliti FTUI, Ir. Bambang Priyono mengatakan, inovasi ini muncul saat pihaknya yang menemukan banyaknya sampah dari kopi.

Saat itu, tim peneliti mencoba ampas kopi diolah untuk bahan tersebut dan ternyata berhasil.

"Ide pemanfaatan limbah ampas kopi untuk baterai Lithium Ion berawal saat tim peneliti melihat banyaknya sampah dari kopi yang tidak dimanfaatkan," kata . dalam keterangannya, Kamis.

Baca Juga:Ampas Kopi Dikembangkan Jadi Material Baterai Kendaraan Listrik

Dikatakannya setelah dikaji, ternyata ampas kopi dapat diolah menjadi grafen untuk meningkatkan konduktivitas LTO pada baterai Lithium-Ion.

Pada limbah ampas kopi, pihaknya temukan kandungan partikel-partikel yang dapat menghasilkan nano partikel dengan kondisi surface area yang baik.

"Semakin baik kondisi kondisi surface area, semakin banyak ion masuk yang dapat menghasilkan tenaga yang lebih bagus juga," ujar Bambang menjelaskan terkait ide pemanfaatan limbah ampas kopi.

Material penyusun baterai yang dikembangkan terbuat dari limbah ampas kopi yang diolah menjadi grafen dan limbah batok kelapa yang diolah menjadi karbon aktif untuk ditambahkan pada material aktif anoda.

"Inovasi ini mampu membuat baterai yang dihasilkan memiliki bobot lebih ringan dan waktu pengisian daya yang lebih cepat " katanya.

Baca Juga:Hyundai IONIQ 5 Bakal Mendapat Pembaruan Baterai, Apakah Tujuannya?

Ketua Tim Peneliti Baterai Lithium-Ion FTUI, Prof. Dr. Ir. Anne Zulfia Syahrial menjelaskan LTO tidak rentan mengalami short circuit (korsleting) pada saat proses charging (pengisian electron).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini