Mengupas Tuntas Etos Kerja dalam Kitab Ihya, Pengajian PCNU Bogor Jadi Sorotan

Acara yang digelar di lingkungan Pesantren Yasina, Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (2/8) malam, menjadi magnet bagi ratusan jemaah.

Andi Ahmad S
Senin, 04 Agustus 2025 | 13:59 WIB
Mengupas Tuntas Etos Kerja dalam Kitab Ihya, Pengajian PCNU Bogor Jadi Sorotan
Pengajian PCNU Kabupaten Bogor [Ist]

SuaraBogor.id - Di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor menggemakan kembali semangat kerja keras dan kemandirian umat.

Melalui pengajian rutin Kitab Ihya Ulumuddin, umat Islam diajak untuk tidak hanya memperdalam spiritualitas, tetapi juga membangun etos kerja yang tangguh dan bermartabat.

Acara yang digelar di lingkungan Pesantren Yasina, Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (2/8) malam, menjadi magnet bagi ratusan jemaah.

Suasana khidmat menyelimuti rangkaian acara yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor, KH Romdon, yang juga merupakan pendiri pesantren tersebut.

Baca Juga:Haul KH Muhammad Istichori, PCNU Bogor Teladani Jejak Ulama dan Perkuat Jaringan Pesantren

Kegiatan yang diawali dengan shalat Maghrib dan Isya berjamaah ini berlanjut dengan pembacaan dzikir, sholawat, serta Hizb Nashor, sebelum akhirnya masuk ke sesi inti: kajian Kitab Ihya Ulumuddin jilid 2.

Dalam pemaparannya, KH Romdon secara tajam mengupas keutamaan menjadi seorang pekerja atau saudagar yang taat, yang tidak hanya mencari keuntungan duniawi tetapi juga keberkahan akhirat. Ia menekankan bahwa ikhtiar menjemput rezeki merupakan bagian tak terpisahkan dari ibadah.

“Islam mengajarkan kita untuk berusaha secara sungguh-sungguh. Tidak menggantungkan hidup kepada manusia, tapi menggantungkan harapan kepada Allah lewat kerja keras,” ujar KH Romdon di hadapan para santri, tokoh agama, dan masyarakat umum.

Untuk memberikan gambaran yang mudah dipahami, ia menggunakan analogi sederhana namun kuat: perilaku seekor burung. Menurutnya, ada pelajaran besar dari burung yang setiap pagi buta terbang meninggalkan sarangnya untuk mencari makan dan kembali pada sore hari dengan perut terisi.

"Pesan utama, Umat Islam harus proaktif dan tidak pasif menunggu nasib, menjaga harga diri bekerja adalah cara menjaga kehormatan diri dari perbuatan meminta-minta, serta mandiri dan berjuang, karena keberanian untuk mandiri adalah kunci untuk meraih kehidupan yang lebih baik," pesannya.

Baca Juga:Jaga Spirit Perjuangan, PCNU Bogor Gelar Ziarah dan Istighosah di Makam Para Pendiri NU

“Meminta-minta hanya akan menjadikan seseorang kehilangan harga diri. Umat Islam harus berani mandiri dan berjuang untuk kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Kitab Ihya Ulumuddin, karya monumental Imam Al-Ghazali, sering dianggap sebagai bacaan berat. Namun, PCNU Kabupaten Bogor berhasil membuktikan relevansinya untuk menjawab tantangan zaman. Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi KH Romdon dalam membumikan ajaran kitab klasik.

“Pengajian Kitab Ihya ini bukan sekadar kajian kitab klasik, tapi juga menjadi ruang penyadaran umat tentang pentingnya kemandirian dan tanggung jawab sosial,” ujar Gus Abdul Somad.

Menurutnya, di tengah disrupsi ekonomi dan ketidakpastian, nilai-nilai seperti etos kerja, kejujuran dalam berusaha, dan kemandirian menjadi fondasi penting yang harus diperkuat.

Gus Abdul Somad menambahkan bahwa PCNU Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus menggulirkan program dakwah yang solutif dan menyentuh langsung denyut nadi persoalan umat.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak