facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jelang Nataru, PHRI Prediksi Tingkat Hunian di Cianjur Meningkat

Andi Ahmad S Rabu, 22 Desember 2021 | 23:57 WIB

Jelang Nataru, PHRI Prediksi Tingkat Hunian di Cianjur Meningkat
Ilustrasi tim Pengawas Penerapan Prokes Internal Hotel wilayah Puncak Cianjur [Foto: ANTARA]

Ketua PHRI Cianjur, Nano Indra Praja mengatakan, saat ini tingkat hunian di Cianjur masih tergolong sepi.

SuaraBogor.id - Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur memprediksi bahwa tingkat hunian hotel akan meningkat.

Ketua PHRI Cianjur, Nano Indra Praja mengatakan, saat ini tingkat hunian di Cianjur masih tergolong sepi. Namun, pada Libur Natal dan Tahun Baru diprediksi akan meningkat.

"Tngkat hunian anggota PHRI Cianjur, masih tergolong sepi diangka 30 sampai 40 persen. Namun jumlah tersebut akan meningkat dua hari menjelang natal dan tahun baru, seperti tahun sebelumnya," katanya, baru-baru ini.

Ia optimistis okupansi hotel di kawasan Puncak-Cianjur, akan mengalami peningkatan karena tidak ada pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah. Meski demikian, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dan tidak mengadakan acara yang dapat mengundang kerumunan.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Karawang, Polisi Bakal Lokalisir Tempat-tempat Kerumunan

"Kita tetap menerapkan prokes ketat, bahkan setiap pengunjung yang akan menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru dari luar kota, wajib menujukan surat sudah divaksin atau melalui barcode di aplikasi Pedulilindungi," katanya.

Ia juga menyakini okupansi tidak akan lebih dari 70 persen dari kapasitas yang ada, sesuai dengan aturan yang diberlakukan pemerintah. Seiring dengan langkah tersebut, tambah Nano, roda perekonomian yang sempat terpuruk dapat kembali bangkit seiring tingginya angka kunjungan.

Sementara itu, Marcom Manager Le Eminance Hotel, Cipanas, Rizki Sutrisna, mengatakan hingga satu pekan menjelang libur Natal dan Tahun Baru, tingkat pemesanan kamar hotel terus meningkat, dengan puncaknya diperkirakan dua hari menjelang pergantian tahun.

"Untuk satu pekan ini, angka pemesanan sudah mencapai 40 persen dan diperkirakan akan sampai di angka 70 persen pekan depan. Kami tetap mematuhi aturan pemerintah, meski angka pemesanan diperkirakan dapat mencapai 100 persen, prokes ketat dan wajib membawa surat vaksin juga diberlakukan," katanya.

Meski tidak menggelar berbagai acara pada malam pergantian tahun seperti mengundang artis ibu kota dan pesta kembang api, pihaknya optimistis angka kunjungan akan tinggi karena kebijakan pembatasan yang telah dilonggarkan. [Antara]

Baca Juga: Pencarian Hari Kedua, Santri Yang Hilang di Sungai Ciranjang Belum Juga Ditemukan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait