Penendang Sesajen di Gunung Semeru Ditangkap, Rektor UIN Minta Proses Hukum Dihentikan, Ini Alasannya

Dia meminta kasus tersebut dihentikan oleh pihak kepolisian

Andi Ahmad S
Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:57 WIB
Penendang Sesajen di Gunung Semeru Ditangkap, Rektor UIN Minta Proses Hukum Dihentikan, Ini Alasannya
Penendang sesajen di Gunung Semeru [SuaraJatim/Dimas Angga]

SuaraBogor.id - Penendang sesajen di area Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berinisial HF ditangkap polisi.

Penangkapan HF sendiri mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak, salah satunya dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Al Makin.

Dia meminta kasus tersebut dihentikan oleh pihak kepolisian, dan meminta masyarakat untuk memaafkan.

"Saya menyerukan agar segera proses hukum ini sebaiknya dihentikan dan sebaiknya kita maafkan," kata Al Makin, mengutip dari Antara.

Baca Juga:Kronologi Penendang Sesajen Gunung Semeru hingga Viral: Berakhir Minta Maaf

Menurut Al Makin, dibandingkan kasus yang menjerat HF, banyak pelanggaran lain yang lebih berat terkait dengan kaum minoritas namun tidak masuk ke ranah hukum.

"Banyak sekali kasus yang lebih berat. Saya sendiri punya datanya yang lengkap, pelanggaran rumah ibadah, pelanggaran kepada minoritas, pembakaran, tidak semuanya masuk ranah hukum," ucap dia.

Data pelanggaran itu ia dapatkan saat masih menjadi peneliti keragaman hampir di seluruh wilayah di Indonesia, mulai dengan meneliti kelompok minoritas pengikut Lia Eden, Gafatar, Ahmadiyah, hingga kelompok-kelompok aliran kepercayaan.

"Banyak sekali dari kelompok-kelompok minoritas itu menderita karena kita sendiri dan ternyata itu tidak semuanya masuk pengadilan. Maka sungguh tidak adil jika hanya seorang saja yang mungkin khilaf kemudian diproses hukum bagi saya kurang bijak," tutur Al Makin.

Menurut dia, sikap memaafkan dengan menghentikan hujatan akan menjadi pendidikan dan pelajaran yang luar biasa bagi HF ketimbang menjatuhkan hukuman.

Baca Juga:Tertangkap! Ini 4 Fakta Penangkapan Pria Penendang Sesajen Gunung Semeru

Baginya, kata dia, sikap memaafkan bisa menjadi contoh yang baik atas nama toleransi, keragaman, dan kebinekaan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini