"Dengan membaca Alquran yang disesuaikan dengan munasabahnya, harapannya orang yang membaca surah tersebut akan menghayatinya karena ada banyak sekali hikmah atau pelajaran yang bisa dijadikan bekal untuk kehidupan," katanya.
Dalam surah al-Kahfi juga disampaikan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini hanya hiasan, sebagai ujian bagi hamba-Nya untuk melakukan perbuatan terbaik.
Segala sesuatu di bumi ini mengacu pada pemandangan yang indah, seperti gunung-gunung, harta benda, dan sebagainya, yang pada akhirnya akan lenyap.
Seorang hamba yang terpukau pada harta benda, ia menambahkan, maka akan menjadikan dunia sebagai tujuan utama.
Namun, bagi orang yang meyakini tentang adanya hari pembalasan atau hari akhir, dia tidak akan terpukau dengan kesenangan dunia.
"Bila dihayati, berarti orang-orang itu harus berpikir tentang nasib manusia pada akhir zaman. Di sinilah falsafah surah al-Kahfi. Karena itu, yang bagus itu adalah yang betul-betul menghayati tentang apa yang ada dalam surah al-Kahfi," ujar Kiai Ahsin.
Sementara itu Surat Yasin yang biasa dilantunkan sebagian umat Islam pada malam Jumat, Kiai Ahsin menyampaikan, setiap surah dalam Al Quran memiliki daya energi spiritual tersendiri. Misalnya, surah al-Ikhlas, ad-Dukhan, al-Waqi'ah, masing-masing memiliki khasiat tersendiri.
"Surah al-Kahfi mempunyai khasiat tersendiri, begitu juga surah Yasin," ujar dia.
Surah Yasin berisi ajakan untuk percaya kepada Allah SWT, ajakan percaya kepada Nabi Muhammad SAW, dan ajakan percaya pada hari kiamat.
Baca Juga:Surah Yasin Full Arab Ayat 1-83, Lengkap dengan Tulisan Latin yang Mudah Dibaca
Ini tiga konten yang paling dominan dalam surah Yasin yang diturunkan di Makkah sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah.