facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kabar Buruk, Kasus PMK di Kabupaten Bogor Semakin Meluas, Iwan Setiawan: Penyebabnya dari Jonggol

Andi Ahmad S Senin, 20 Juni 2022 | 21:59 WIB

Kabar Buruk, Kasus PMK di Kabupaten Bogor Semakin Meluas, Iwan Setiawan: Penyebabnya dari Jonggol
Petugas posko Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memeriksa dan mengobati sapi yang terinfeksi PMK. (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/rwa)

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menyebutkan, bahwa penyebab kasus PMK meluas di Bogor tersebut dari Pasar Hewan Jonggol.

SuaraBogor.id - Hari Raya Idul Adha terhitung tinggal sebulan lagi, namun ada kabar buruk, yakni kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK di Kabupaten Bogor semakin meluas.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menyebutkan, bahwa penyebab kasus PMK meluas di Bogor tersebut dari Pasar Hewan Jonggol.

"Semua ini berasal dari Jonggol," katanya mengutip dari Bogordaily -jaringan Suara.com, Senin (20/6/2022).

Untuk diketahui, pasar hewan Jonggol merupakan salah satu yang terbesar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk menampung ribuan hewan ternak seperti sapi.

Baca Juga: Akses Jalan LIPI Bakal Ditutup, Puluhan Warga Datangi Kantor Bupati Bogor: Anak-anak Sekolah Berangkat Lewat Jalan Itu

“Penyebaran itu semua dari Jonggol, makannya kita agak kewalahan. Tambah ke sini tambah banyak kan ya, memprihatinkan, sebetulnya kita tidak diam,” katanya.

Dari awal, kata Iwan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas terkait sudah melakukan langkah antisipasi terkait penyebaran wabah PMK tersebut.

“23 Mei itu kita sudah mengantisipasi adanya itu (PMK), yang bisa kita lihat sendiri kan yang di Jonggol itu kejadian rame, sampe kita ini dari petugas kita ditugaskan untuk mengamankan dan memeriksa lain sebagainya,” jelasnya.

Atas hal itu, sambung Iwan, Pemkab Bogor akan membuat kebijakan gabungan dari beberapa Dinas terkait PMK lintas sektor yang semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan.

Iwan menegaskan, kebijakan dan pencegahan agar wabah PMK tidak menyebarluas, sudah dilakukan, salah satunya menutup sementara pasar hewan selama 14 hari.

Baca Juga: Pemkot Malang Bentuk Tim Khusus Cek Kesehatan Hewan Kurban

“Kita kan melihat, ini kan jelas tempat subjeknya jelas. Ciri-cirinya sudah ada PMK itu, hasil evaluasi tadi, penyebaran itu semua dari Jonggol, makannya kita agak kewalahan karena situasi itu tidak memungkinkan kita ngambil langkah-langkah,” tutup Iwan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait