facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jembatan Permanen Hancur Diterjang Banjir Bandang Leuwiliang Bogor, Ratusan Warga Terisolir

Hairul Alwan Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:39 WIB

Jembatan Permanen Hancur Diterjang Banjir Bandang Leuwiliang Bogor, Ratusan Warga Terisolir
Sejumlah personel Jabar Quick Respons (JQR) datang ke lokasi jembatan permanen hancur di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/6/2022). [Devina/ SuaraBogor.id]

Akibat jembatan permanen yang mengubungkan 2 RT tersebut terputus, sebanyak 95 KK atau ratusan warga terisolir.

SuaraBogor.id - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor mengakibatkan jembatan penghubung Tanjung Sari 1 dan Tanjung Sari 2 terputus.

Akibat jembatan permanen yang mengubungkan 2 RT tersebut terputus, warga di 2 RT di Tanjung Sari 2 sebanyak 95 KK atau ratusan warga terisolir.

Menindaklanjuti bencana tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menurunkan personil dari Jabar Quick Respon (JQR) untuk membantu bencana. Mereka turun untuk membantu sejumlah wilayah terdampak bencana di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

"Awalnya rencana ke daerah Muara, dan ternyata ada kabar lagi di daerah Tanjung Sari, Desa Purasari ada daerah yang terisolir. Ada 95 KK yang terisolir, terputus jembatan akses menuju ke lokasi," kata Koordinator Disaster Unit Jabar Quick Respons, Syehabudin di Desa Purasari, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga: Datang Langsung ke Lokasi Bencana Banjir Bandang di Bogor, Mensos Risma: Kawasan Ini Harus Dievaluasi Secara Menyeluruh

“Selama ini yang ramai di media itu kan rata-rata Cibunian sama Sungai Cisarua itu. Ternyata Tanjung Sari ini laporannya menyusul, selama teman-teman relawan masuk ke lokasi, ternyata di Tanjung Sari ini ada yang terdampak juga itu,” ungkapnya.

Syehabudin mengungkapkan, jembatan yang terputus adalah akses utama dan satu satunya untuk menuju ke Tanjung sari 2 (lokasi yang terisolir).

“Jadi ada beberapa warga (RT.01 dan RT.03, dari RW.12) yang memang secara ekonomi, pendidikan, dan kesehatan itu lumpuh total,” jelasnya.

Syehabudin menjelaskan bahwa kebutuhan pangan untuk warga yang terisolir diperkirakan hanya cukup untuk dua hari kedepan, oleh karena itu beberapa warga laki-laki memaksakan penyebarangi aliran sungai Cisarua untuk mencari bahan pangan dan pertolongan.

“Cuma untuk kebutuhan dasar terutama sembako masih tercover selama dua hari ke depan. Karena rata-rata masyarakat itu masih bercocok tanam di sawah,” bebernya.

Baca Juga: Pimpinan Partai KIB Tingkat Bogor Siap Menangkan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

Sementara, warga laki-laki masih mengusahakan atau memaksakan menyeberang. Karena kebutuhan sehari-hari ini harus didapatkan dari sini (Tanjung Sari 1). Sedangkan yang terisolir adalah (Tanjung Sari 2).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait