Rayakan Ulang Tahun SBY, Demokrat Tak Pernah Lupa Tangisan PDIP saat Tolak Keras Kenaikan BBM

Perayaan tersebut sekaligus jadi momentum Partai Demokrat untuk mengingatkan kembali perjuangan SBY ketika menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Andi Ahmad S
Jum'at, 09 September 2022 | 13:26 WIB
Rayakan Ulang Tahun SBY, Demokrat Tak Pernah Lupa Tangisan PDIP saat Tolak Keras Kenaikan BBM
Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). [Istimewa]

SuaraBogor.id - DPD Partai Demokrat Kabupaten Bogor merayakan hari ulang tahun presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus HUT Partai Demokrat ke 21 tahun.

Perayaan tersebut sekaligus jadi momentum Partai Demokrat untuk mengingatkan kembali perjuangan SBY ketika menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Perayaan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, Ketua DPC Demokrat kabupaten Bogor Dede Dede Chandra Sasmita dan seluruh fraksi partai demokrat pada DPRD Kabupaten Bogor.

Di hari ulang tahun SBY ke 73 ini, Anton mengatakan bahwa betapa kerasnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak BBM di masa kepemimpinan presiden SBY. Namun, saat menjadi penguasa PDIP pun melakukan hal yang serupa.

Baca Juga:Driver Ojol Datangi Kantor DPP PKS, Titip Aspirasi Keberatan Kenaikan BBM

"Kita tahu sendiri, mereka yang ngucap (tolak kenaikan BBM), mereka juga yang naikan," tegas Anton, Jumat (9/9/2022).

Menurutnya, kebijakan kenaikan BBM di rezim presiden Joko Widodo dianggap membuat susah rakyat.
Sebab, usaha pemerintah dalam rangka menjaga stabilnya keuangan negara malah dilimpahkan kepada rakyat.

"Masyarakat sudah susah, kalau sudah melakukan semuanya baik penghematan, pengadaan pajak bagi pengusaha batu bara dan usaha lainnya. Kalau Itu semua itu sudah dilakukan dan terpaksa menaikkan BBM ya silahkan, tapi selama ini kita tidak melihat itu, tiba-tiba dinaikan BBM," ujarnya.

Selain itu, ia menilai tidak ada urgensi yang sangat mendesak untuk menaikkan BBM tersebut.
Berbeda saat masa SBY yang saat itu menaikkan BBM karena kondisi ekonomi bangsa sedang labil dan harga minyak dunia pun naik hingga mencapai US$ 150 per barel.

"Waktu itu harga minyak naik, sampe 150 dolar per barel. Jadi pada saat itu kita ikuti pasar dunia bahwa minyak lagi naik," ungkapnya.

Baca Juga:Berikut Kekurangan dan Kelebihan Kendaraan Listrik, yang Disebut Bisa Jadi Solusi Harga BBM Naik

Namun, kata dia, kenaikan BBM pada era SBY ditolak habis-habisan oleh PDI-P dengan tangisan. Sehingga, dirinya akan mengikuti intruksi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mempersiapkan kadernya untuk turun menolak kenaikan harga BBM.

"Kita tunggu perintah saja, kalau memang ada perintah Kita akan turun," pungkasnya.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak