Soroti Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Ridwan Kamil: Jangan Memaksa Pertandingan Selalu Malam Hari

Menurut Ridwan Kamil, peristiwa ini adalah tragedi terbesar dalam perhelatan olahraga di Indonesia.

Andi Ahmad S
Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:59 WIB
Soroti Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Ridwan Kamil: Jangan Memaksa Pertandingan Selalu Malam Hari
Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil. ANTARA/HO-Humas Pemda Jabar

SuaraBogor.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut menyoroti tragedi atau peristiwa berdarah di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Menurut Ridwan Kamil, peristiwa ini adalah tragedi terbesar dalam perhelatan olahraga di Indonesia.

Orang nomor satu di Jawa Barat ini juga mengucapkan turut berduka cita, atas meninggalnya 127 penonton dan aparat petugas meninggal dunia.

"Sungguh ini adalah tragedi terbesar dalam perhelatan olahraga di Indonesia. Turut berduka cita atas meninggalnya 127 penonton dan aparat petugas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," katanya, mengutip dari akun instagram @ridwankamil, Minggu (2/10/2022).

Baca Juga:Gara-gara Insiden Suporter Arema FC, Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

"Semua dari kita harus berintrospeksi atas tragedi ini. Tujuan berolahraga, pembelajaran menerima kemenangan atau kekalahan, profesionalitas kepanitiaan sebuah kegiatan olahraga, teknik pengamanan dll," tulisnya lagi.

Bahkan kata Ridwan Kamil, dirinya menyarankan kepada penangung jawab pertandingan, jangan melaksanakan pertandingan setiap malam hanya demi reting TV

"Jangan selalu kejar demi rating TV dengan memaksa pertandingan selalu malam hari. Semoga kita belajar dan mengambil hikmah dari semua ini. Hatur Nuhun," jelasnya.

Mengutip dari Antara, Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

Baca Juga:Sebanyak 127 Orang Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Polri Didesak Copot Kapolres Malang

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata Nico.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini