2. Anies Baswedan Jadi Calon Presiden, Begini Sikap Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
![Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjawab pertanyaan wartawan dalam pengumuman deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia tahun 2024 di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/03/37261-nasdem-deklarasi-calon-presiden-2024-anies-baswedan-surya-paloh.jpg)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan tetap menjaga hubungan baik dengan Gubernur DKI Anies Baswedan meski orang nomor satu di DKI itu dideklarasikan sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilu 2024.
"Jadi biasa saja, hubungan baik. Tidak ada masalah," kata Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/10/2022).
Baca Juga:TGIPF Sebut Kompetisi Liga 1, 2, dan 3 Dihentikan sampai Presiden Jokowi Mengeluarkan Izin
3. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Gelar Pertemuan Tertutup dengan Prabowo Subianto, Ini yang Dibahas
![Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan paparannya dalam acara Farewell Event Gubernur DKI Jakarta di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/03/59122-farewell-event-gubernur-dki-jakarta-ridwan-kamil.jpg)
Gubernur Jawa Barat ridwan Kamil mengatakan dirinya telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Menurutnya, pertemuan itu merupakan salah satu upaya membangun komunikasi politik dengan berbagai pihak, seperti dengan sejumlah tokoh dan partai, terkait arah politiknya di masa mendatang.
4. Kompolnas Sebut AKBP Ferli Hidayat Bukan Pemberi Perintah Tembakkan Gas Air Mata di Kanjuruhan
![Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto: Twitter]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/02/68147-tembakan-gas-air-mata-ke-arah-tribun-penonton-di-kanjuruhan-malang.jpg)
Kapolres Malang nonaktif AKBP Ferli Hidayat menurut Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tidak memberi perintah langsung untuk anggotanya menembakkan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang pada malam berdarah 1 Oktober 1965.