"Jalan Panjang itu menjadi titik rawan genangan saat musim-musim hujan. Nah, simulasi ini untuk bisa siasati itu," ungkapnya.
Uus menyebut, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan akan terjadi mulai pekan kedua Februari 2024.
Oleh karena itu, lanjut dia, simulasi kesiapsiagaan menjelang musim hujan tersebut sekaligus menjadi simulasi pengamanan kotak suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakbar.
"Termasuk juga disinergikan dengan simulasi kegiatan KPU dalam rangka pengamanan kotak suara pada saat terjadi musim hujan. Jadi, misalnya terjadi banjir, bagaimana pengamanan kotak suara yang ada di wilayah," ungkap Uus.
Uus menuturkan bahwa berdasarkan informasi BMKG yang menyatakan bahwa puncak musim hujan akan terjadi pekan kedua Februari atau bertepatan dengan hari pemungutan suara, maka pengamanan logistik Pemilu dari KPU mesti ditingkatkan.
"Maka itu, alhamdulillah di sini juga hadir Ketua KPU Jakbar. Karena berdasarkan BMKG ini diperkirakan sekitar pekan kedua Februari 2024, tepat dengan pelaksanaan pemilu. Tapi saya yakin dan percaya pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan aman, tertib," kata Uus.
Simulasi itu diikuti oleh sekitar 400 orang dari unsur pemerintah dan unsur masyarakat dengan menggunakan sekitar delapan perahu karet.
"Personel yang hadir lebih kurang hampir sekitar 400. Mudah-mudahan nanti yang mewakili bisa menyampaikan juga kepada teman-temannya dan bisa menyosialisasikan kepada warga masyarakat Jakbar yang lain," kata Uus.
Ia meminta kepada ratusan personel dan unsur masyarakat yang hadir untuk menyebarkan informasi yang didapatkan dari sosialisasi kepada tetangga atau masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal.
Baca Juga:Kabupaten Bogor Punya Resiko Penularan Cacar Monyet Yang Tinggi, Ini Alasannya
"Memberikan informasi kepada masyarakat bahwa musim hujan sudah tiba agar warga masyarakat untuk mengantisipasi. Sehingga pada saat musim hujan benar-benar kita bisa menyiasatinya," ujar Uus.