"Tidak ada karena musim libur sekarang, hari libur gak ada," kata Sekretaris DPRD Bali, I Ketut Nayaka. Momen ini seolah menjadi simbol sempurna dari aspirasi yang tak tersambut rakyat berteriak di depan rumah yang kosong.
5. Sinyal Pucuk Pimpinan Kapolri dan Panglima Tampil Bareng Usai Menemui Presiden
Di tengah krisis, negara mengirimkan sinyal kuat. Usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Bogor, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tampil bersama dalam satu panggung.
Mereka menegaskan soliditas aparat dan menarik garis batas yang jelas: aspirasi damai dilindungi, anarkisme akan jadi pidana. Momen ini bukan sekadar konferensi pers biasa, melainkan sebuah pesan tegas bahwa negara tidak akan mentolerir kekacauan lebih lanjut.
Baca Juga:Diterpa Isu Mundur, Kapolri Jenderal Sigit Jawab Tegas: Kita Prajurit, Kapan Saja Siap
6. Ancaman 'Travel Warning' Mengintai di Balik Asap Demo
Di balik bentrokan di jalanan, ada ancaman ekonomi yang sangat nyata, terutama bagi Bali. Kabid Humas Polda Bali secara terbuka mengingatkan bahwa jika situasi dianggap tidak aman, negara lain bisa mengeluarkan travel warning.
Ini adalah pukulan telak bagi industri pariwisata yang menjadi napas ekonomi masyarakat. Fakta ini menunjukkan bagaimana sebuah aksi lokal bisa berdampak internasional dan merugikan hajat hidup orang banyak dalam jangka panjang.