-
Penyebab dan Waktu Kejadian Hujan deras dan angin kencang pada Jumat sore memicu longsor tebingan bambu di Mulyaharja, Bogor Selatan, sekitar pukul 16.45 WIB yang menimpa bangunan di bawahnya.
-
Korban Jiwa dalam Peristiwa Dua anak kecil berusia empat dan lima tahun dilaporkan tertimbun material longsor, dan pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kedua korban tersebut.
-
Langkah Penanganan Darurat BPBD Kota Bogor segera mengevakuasi warga, menyiapkan hunian sementara berupa kontrakan, serta memastikan pemenuhan kebutuhan logistik bagi seluruh keluarga yang terdampak bencana longsor ini.
SuaraBogor.id - Jumat sore (9/1/2026) yang seharusnya menjadi awal akhir pekan yang tenang, berubah menjadi duka bagi warga Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur sejak pukul 16.00 WIB memicu bencana tanah longsor yang cukup serius.
Insiden ini tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa yang sangat memilukan. Dua orang anak kecil yang masih berusia balita, yakni 4 tahun dan 5 tahun, dilaporkan menjadi korban tertimbun material longsoran.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, membeberkan detik-detik kejadian. Pemicu utamanya adalah labilnya tebing tanah yang tak kuat menahan gerusan air hujan.
Baca Juga:Damkar Ciomas Bawa Mobil Tempur Cuma Buat Isi Kolam Renang Bocah yang Nangis Kejer
"Sekitar pukul 16.45 WIB, kami menerima laporan dari warga bahwa terjadi longsor bonggol bambu atau tebingan yang menimpa bangunan di bawahnya," jelas Dimas di lokasi kejadian.
Bonggol bambu beserta tanah tebing yang longsor tersebut langsung menghantam rumah warga di bawahnya, di mana kedua bocah malang tersebut sedang berada.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Bogor bersama unsur TNI-Polri dan warga setempat langsung berjibaku melakukan evakuasi. Fokus utama petugas adalah keselamatan kedua anak tersebut serta memastikan tidak ada korban susulan mengingat kondisi tanah yang masih basah.
"Kami juga terus memantau kondisi kedua anak serta pemenuhan kebutuhan logistik," tambah Dimas.
Tak hanya fokus pada evakuasi, BPBD juga memikirkan nasib tempat tinggal warga yang rumahnya hancur atau terancam longsor susulan. Langkah humanis diambil dengan segera mencarikan hunian sementara yang layak.
Baca Juga:Damkar Bogor Gandeng Media Jadi Jembatan Edukasi Tanggap Bencana dan Bahaya Kebakaran
"Kami mencarikan kontrakan terdekat agar kehidupan warga yang terdampak tetap berjalan," tegas Dimas.