Damkar Bogor Gandeng Media Jadi Jembatan Edukasi Tanggap Bencana dan Bahaya Kebakaran

Damkar Kabupaten Bogor perkuat sinergi dengan media massa untuk edukasi mitigasi bencana. Dari simulasi padamkan api gas, evakuasi ular, hingga aplikasi Simpadampro real-time.

Andi Ahmad S
Jum'at, 09 Januari 2026 | 19:44 WIB
Damkar Bogor Gandeng Media Jadi Jembatan Edukasi Tanggap Bencana dan Bahaya Kebakaran
Anggota Damkar Kabupaten Bogor Melakukan Edukasi Kepada Media Bogor Soal Kebakaran [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Sinergi Damkar dan Media Damkar Kabupaten Bogor memperkuat sinergi dengan media sebagai mitra strategis untuk mempercepat penyebaran informasi kebencanaan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi penanganan kebakaran serta penyelamatan secara luas.

  • Edukasi Praktis Keselamatan Dalam pertemuan tersebut, awak media diberikan edukasi langsung mengenai teknik penanganan kebakaran gas, evakuasi korban di gedung, hingga cara aman menangani gangguan reptil seperti ular di lingkungan.

  • Inovasi Digital Simpadampro Damkar memperkenalkan aplikasi Simpadampro untuk memantau penanganan kebakaran secara real-time, memastikan informasi yang disampaikan kepada publik melalui media massa lebih cepat, akurat, mudah dipahami, dan transparan.

SuaraBogor.id - Kesadaran akan bahaya kebakaran dan bencana tidak bisa hanya mengandalkan petugas berseragam biru. Peran informasi yang cepat dan akurat menjadi kunci keselamatan warga.

Menyadari hal ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor mengambil langkah strategis dengan mempererat persaudaraan bersama awak media.

Kegiatan sinergi ini digelar di Markas Komando (Mako) Damkar, Kecamatan Cibinong, pada Jumat (9/1/2026). Bukan sekadar temu wicara, acara ini dikemas dengan simulasi dan edukasi praktis yang membuka mata para jurnalis tentang kompleksitas tugas penyelamatan.

Dalam sesi tersebut, anggota Damkar tidak ragu membagikan ilmu mahal mereka. Awak media diajak langsung mempraktikkan cara penanganan kebakaran skala rumah tangga, khususnya yang disebabkan oleh kebocoran tabung gas elpiji kasus yang paling sering terjadi di masyarakat.

Baca Juga:Bukan Cuma Jinakkan Api, Damkar Bogor Jadi Pahlawan Penyelamatan Ribuan Kali di 2025

Tak hanya api, edukasi penanganan satwa liar juga diberikan. Wartawan diajari teknik dasar dan aman dalam mengevakuasi reptil berbahaya seperti ular yang masuk ke pemukiman.
Keterampilan evakuasi korban yang terjebak di dalam gedung pun turut didemonstrasikan, memberikan gambaran betapa krusialnya detik-detik penyelamatan.

Selain skill lapangan, Damkar Bogor juga memamerkan transformasi digital mereka melalui aplikasi Simpadampro. Aplikasi ini menjadi "pusat komando" digital yang menampilkan data penanganan kebakaran maupun penyelamatan secara real time di layar monitor.

Teknologi ini memungkinkan respons yang lebih cepat dan terukur, serta transparansi data yang bisa diakses untuk kepentingan publik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menegaskan bahwa media massa bukan sekadar penyebar berita, melainkan mitra strategis dalam mitigasi bencana.

"Terima kasih awak media yang telah bersama dalam memberikan edukasi bersama kita melalui pemberitaan-pemberitaannya," ujar Yudi dengan apresiasi tinggi.

Baca Juga:Cuma Butuh 37 Menit! Damkar Bogor Sat-Set Jinakkan Api di Gudang Kasur Metland Cileungsi

Bagi Yudi, edukasi bencana tidak boleh reaktif (hanya saat kejadian), tetapi harus preventif (sebelum kejadian). Di sinilah peran media sebagai jembatan informasi menjadi sangat vital untuk menjangkau jutaan warga Kabupaten Bogor.

"Terima kasih kepada awak media karena telah membantu kami untuk memberikan informasi kebakaran maupun penyelamatan, kalian adalah keluarga kami," pungkasnya dengan hangat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak