Hingga Selasa (20/1), tim gabungan telah mengonfirmasi lima orang meninggal dunia. Tiga korban (Jaka, Edi, dan Isep Septiana) dievakuasi oleh tim SAR dari area PT Antam, sementara dua korban lainnya (Karta dan Kari) dievakuasi secara mandiri oleh warga ke Desa Malasari.
Proses evakuasi menghadapi kendala teknis yang berat karena struktur tambang yang tidak stabil, mengalami pelapukan, serta memiliki kadar oksigen yang tidak layak.
Tim SAR memerlukan peralatan khusus seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk menembus jalur tambang sempit yang hanya berdiameter sekitar satu meter.
Selain itu, dua korban lainnya berasal dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yakni Karta dan Kari. Uniknya, kedua jenazah ini tidak dievakuasi oleh tim SAR gabungan, melainkan secara mandiri oleh rekan sesama penambang dan warga setempat sebelum polisi tiba.
"Lima orang, yaitu tiga warga desa Sukajaya dan kemudian dua warga Malasari Kecamatan Nanggung," ucap AKP Ucup.