Harga Beras Mahal Akut 40 Tahun! Pakar IPB Semprot Regulasi Perlu Ditata Ulang

Berdasarkan data sejarah yang ia kaji, ketimpangan harga antara Jakarta dan Bangkok sudah terlihat sejak tahun 1980-an.

Andi Ahmad S
Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:53 WIB
Harga Beras Mahal Akut 40 Tahun! Pakar IPB Semprot Regulasi Perlu Ditata Ulang
Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
Baca 10 detik
  • Harga beras Indonesia lebih tinggi dari tetangga sejak 1980-an; masalah kronis ini akibat tata kelola dan regulasi.
  • Beras segar penting untuk kualitas SDM dan atasi stunting, perlu sinergi lintas lembaga negara mengatasi krisis.
  • Beras tua sebaiknya disalurkan ke industri tepung beras untuk menekan biaya simpan yang membengkak signifikan.

SuaraBogor.id - Pakar Agronomi dan Hortikultura IPB sekaligus Direktur Seameo Biotrop, Edi Santosa menyoroti harga beras di Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan negara tetangga.

Edi sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa persoalan mahanya harga komoditas pokok ini sudah terjadi selama lebih dari 40 tahun.

Berdasarkan data sejarah yang ia kaji, ketimpangan harga antara Jakarta dan Bangkok sudah terlihat sejak tahun 1980-an.

Menurutnya, hal ini mengindikasikan adanya masalah fundamental dalam tata kelola pangan nasional yang belum terselesaikan hingga kini.

Baca Juga:Kabar Gembira! Pemkab Bogor Gelar Pangan Murah di Cibinong, Harga di Bawah Pasar

Edi menegaskan bahwa fluktuasi harga yang terus bertahan puluhan tahun tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada pelaku pasar atau pedagang. Akar masalahnya terletak pada regulasi yang perlu ditata ulang secara menyeluruh.

"Selama 40 tahun masalah harga mahal ini terus ada. Jadi, kita tidak bisa hanya menyalahkan pelaku pasar. Jika masalahnya bertahan puluhan tahun, berarti ini adalah masalah regulasi yang harus ditata ulang," ujar Edi, kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Berikut adalah 5 poin penting analisis Edi Santosa dan solusi krisis pangan yang diusulkannya:

1. Harga Beras Mahal Sudah Jadi 'Penyakit Kronis' 40 Tahun: Murni Masalah Regulasi

Pakar IPB Edi Santosa menyoroti bahwa harga beras mahal di Indonesia, yang bahkan lebih tinggi dari negara tetangga seperti Thailand, bukanlah masalah baru.

Baca Juga:Serbu! 4 Spot Berburu Takjil Paling Hits di Dramaga Bogor untuk Mahasiswa IPB

Ketimpangan harga antara Jakarta dan Bangkok sudah terlihat sejak 1980-an. Ini mengindikasikan masalah fundamental dalam tata kelola pangan nasional yang telah berlarut-larut. Edi menegaskan, akar masalahnya bukan pada pelaku pasar, melainkan pada regulasi yang perlu ditata ulang secara menyeluruh.

2. Beras Segar Kunci Atasi Stunting & Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Di sisi lain, Edi Santosa menyoroti pentingnya akses masyarakat terhadap beras segar (fresh rice). Menurutnya, beras segar mengandung zat gizi dan hormon tertentu yang berpengaruh pada kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat.

"Kalau masyarakat kita makan beras segar, Indonesia pasti akan menjadi negara yang jauh lebih bahagia. Ada hormon bahagia dari beras segar. Selain itu, ini sangat urgen terkait kandungan gizinya. Jika masyarakat mengonsumsi beras fresh, masalah stunting bisa teratasi dan kualitas SDM kita akan meningkat menuju Indonesia 2045," jelasnya.

3. Beras Tua Jangan Dibuang. Salurkan ke Industri Tepung Beras untuk Tekan Biaya Simpan

Edi mengungkapkan, salah satu kendala harga beras tetap tinggi adalah biaya penyimpanan yang membengkak. Beras yang terlalu lama disimpan di gudang harganya bisa melonjak hingga Rp10.000 lebih dari harga awal akibat akumulasi biaya operasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini