Menurut Dedie, Pancasila telah terbukti menjadi jawaban atas kemajemukan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis, sekaligus menjadi jangkar moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik dunia.
"Hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi," kata Dedie A. Rachim.
Ia menambahkan bahwa nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia merupakan instrumen penting dalam diplomasi global untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik.
Di akhir amanatnya, Dedie mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar setiap kebijakan publik selalu berlandaskan prinsip keadilan sosial dan berpihak kepada masyarakat.
Baca Juga:Tingkatkan Response Time, Komisi IV DPRD Kota Bogor Dorong Pengadaan Mobil Rescue Damkar
"Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita," pungkas Dedie.***