- Seorang pria berinisial SH tewas akibat penusukan dalam perkelahian di Pasar Cibinong pada Rabu dini hari.
- Perkelahian maut tersebut dipicu oleh aksi pelaku Ys yang memukul saksi dan menendang istri korban.
- Pelaku berinisial Ys berhasil diamankan pihak kepolisian sekitar dua setengah jam setelah kejadian penikaman berlangsung.
SuaraBogor.id - Seorang pria berinisial SH (55) tewas usai ditikam dalam perkelahian di kawasan Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026) dini hari.
Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Yunli Pangestu mengatakan, kejadian bermula ketika korban bersama sejumlah saksi membeli gorengan.
Diketahui, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu terjadi cekcok antara saksi Jb dengan Ss dan Am yang datang bersama Ys (47).
Dalam keributan tersebut, Jb dipukul oleh Ys. Ketika saksi Ri berada didekat korban, pelaku juga menendangnya.
Baca Juga:Respons Protes Habib Bahar, Pemkab Bogor Tutup Pabrik Minol di Citeureup
Tak terima istrinya ditendang, SH kemudian membela Ri, perkelahian antara korban dan pelaku pun tak terhindarkan.
"Karena merasa tidak terima istrinya di tendang, akhirnya korban membela istri dan terjadi perkelahian antara korban dan pelaku," kata Yunli.
Akibatnya, SH mengalami luka bacok di lengan kanan serta luka tusuk pada bagian kiri perut.
Nahas, nyawanya tak tertolong dan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Usai kejadian, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga:Hasil Patungan Personel Polres Bogor, Bantuan Rp100 Juta Tiba di Manggarai Timur NTT
Jenazah SH selanjutnya direncanakan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi.
Sementara itu, pelaku Ys yanf diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas berhasil diamankan polisi sekitar 2,5 jam usai kejadian.
Sebagai informasi, pelaku merupakan warga Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong.
Sementara korban tercatat sebagai warga Kampung Pos, Kelurahan Pakansari.
“Polisi masih lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya SH,” pungkasnya.
Kontributor : Dziharul Islam Nusantara