- Pabrik styrofoam di Cileungsi, Bogor, terbakar pada Sabtu siang akibat percikan api pengelasan instalasi.
- Petugas pemadam kebakaran dari berbagai sektor berhasil memadamkan kobaran api setelah berjuang selama dua jam.
- Insiden kebakaran di area pabrik tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka sama sekali.
SuaraBogor.id - Kebakaran hebat melanda pabrik produksi styrofoam di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026) siang.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan, kebakaran diduga bermula saat berlangsung pekerjaan pemasangan instalasi proteksi di dalam area pabrik.
Menurutnya, pekerja saat itu melakukan pengelasan pada pipa instalasi.
Yudi menduga, percikan api dari proses tersebut mengenai material styrofoam yang mudah terbakar.
Baca Juga:Nama Disebut di Pidato Kenegaraan, Realitas Hidup Susanah Tetap Bertumpu Pada Upah Rp700
Akibatnya, ruang produksi dan gudang penyimpanan barang jadi hingga tujuh mobil turut terbakar.
“Saat kejadian sedang ada pekerjaan pemasangan instalasi proteksi dengan cara pengelasan pada pipa instalasi, diduga percikan dari pengelasan mengenai styrofoam,” kata Yudi dalam keterangannya.
Sebab, material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar.
Kobaran kemudian menjalar ke sejumlah titik di area pabrik, termasuk ruang produksi, gudang penyimpanan barang jadi, serta area parkir kendaraan.
Kemudian, kata dia, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit pemadam dengan tujuh personel.
Baca Juga:Disebut Pengupas Bawang oleh Prabowo, Susanah Ternyata Penjahit Lap dan Pencuci Ompreng SPPG
“Setibanya di lokasi, api masih menyala di beberapa titik, yaitu di area parkir mobil, gudang penyimpanan barang jadi dan ruang produksi,” tutur Yudi.
Meski begitu, kondisi di lapangan membuat dua unit awal dinilai belum cukup untuk mengendalikan kobaran api.
“Bantuan unit pemadam kemudian berdatangan dari Sektor Gunung Putri, Cariu, Citeureup hingga Cibinong,” terangnya.
Petugas berjibaku selama sekitar dua jam hingga akhirnya kobaran api behasil dipadamkan.
Yudi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Kendati begitu, kebakaran menyebabkan kerusakan cukup parah pada bagian pabrik.