- Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebarkan abu vulkanik yang berdampak hingga ke Kota Bogor pada Senin, 7 September 2026.
- Warga Kota Bogor melakukan aksi beli panik sehingga stok persediaan masker di berbagai apotek ludes terjual.
- Meskipun permintaan masker meningkat drastis, pihak apotek memastikan harga jualnya belum mengalami kenaikan sama sekali.
Kendati begitu, meski permintaan meningkat, hingga saat ini Eka menyebut harga masker di apoteknya masih belum mengalami kenaikan.
Masker medis isi 50 dijual sekitar Rp25 ribu, sementara masker duckbill isi 50 berada di kisaran Rp35 ribu.
“Alhamdulillah sih kalau harga belum naik ya, masih starndar lah,” terangnya.
Pihaknya pun sebenarnya telah kembali melakukan pemesanan stok, jumlah yang diminta mencapai sekitar 15 hingga 20 karton.
Baca Juga:Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif
Lonjakan permintaan masker ini turut dirasakan masyarakat.
Sri 51 tahun, warga Kota Bogor mengaku sempat kesulitan mendapatkan masker ketika mencarinya di sejumlah tempat.
“Iya tadi saya nyari ke apotek itu udah abis, saya juga tadi sebelumnya ke minimarket sama juga lagi kosong,” katanya.
Dia khawatir masker yang dimilikinya sudah lama digunakan sehingga ia berencana mencari stok baru, termasuk dengan membeli secara online.
Masker yang dibelinya, kata Sri, rencana bakal digunakan bersama keluarganya karena mereka tetap harus beraktivias di luar rumah.
Baca Juga:Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif
Sementara itu, Candra, pengemudi ojek online di Kota Bogor, mengaku telah terbiasa menyediakan masker sebelum kondisi abu vulkanik terjadi.
Dia memilih membeli masker secara daring dan biasanya menyimpan stok dalam jumlah satu dus.
“Kalau saya sih di online. Emang udah sedia. Emang udah dari dulu emang stok, dan biasa pakai masker juga,” kata dia.
Candra mengatakan satu dus masker yang dibelinya dapat digunakan hingga sekitar satu bulan.
Meski begitu, pada kejadian kemarin abu vulkanik krakatau, ia mengaku sempat merasakan dampak pada bagian mata.
“Ya cuma debunya aja kena mata. Perih sih lumayan, ga kaya biasanya,” kata dia.