Dampak Erupsi Anak Krakatau: Warga Kota Bogor Panic Buying, Stok Masker di Apotek Ludes

Risma, salah satu penjaga apotek di Kota Bogor, mengungkapkan bahwa seluruh persediaan masker di tempatnya habis hanya dalam sehari.

Andi Ahmad S
Senin, 07 September 2026 | 15:32 WIB
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Warga Kota Bogor Panic Buying, Stok Masker di Apotek Ludes
Pengendara sepeda motor memakai masker. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom.
Baca 10 detik
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebarkan abu vulkanik yang berdampak hingga ke Kota Bogor pada Senin, 7 September 2026.
  • Warga Kota Bogor melakukan aksi beli panik sehingga stok persediaan masker di berbagai apotek ludes terjual.
  • Meskipun permintaan masker meningkat drastis, pihak apotek memastikan harga jualnya belum mengalami kenaikan sama sekali.

SuaraBogor.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai berdampak hingga ke Kota Bogor. Luapan abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah memicu lonjakan permintaan masker secara drastis di berbagai apotek.

Bahkan, stok masker yang awalnya hanya disiapkan dalam jumlah terbatas langsung ludes terjual usai disbu warga.

Risma, salah satu penjaga apotek di Kota Bogor, mengungkapkan bahwa seluruh persediaan masker di tempatnya habis hanya dalam sehari.

Ia menduga fenomena ini terjadi akibat fenomena panic buying di tengah masyarakat yang khawatir akan dampak abu vulkanik.

Baca Juga:Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

“Habis dalam satu hari kemarin. Kita kan tidak tahu, ya, tapi sebenarnya sepertinya itu panic buying,” ujar Risma saat dijumpai Suara Bogor, Senin (7/9/2026).

Menurut Risma, stok yang tersedia sebenarnya tidak terlalu banyak karena penjualan masker sempat menurun setelah pandemi COVID-19 saat itu.

Pada kemarin, Dia menyebut bahwa masker yang terjual diperkirakan mencapai 8 hingga 10 box.

Saat ini, dirinya kembali melakukan pemesanan, namun jumlah stok yang akan disiapkan masih melihat perkembangan permintaan.

Jenis masker yang paling banyak dicari disebut merupakan masker duckbill.

Baca Juga:Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Senada dengan Risma, Eka, salah seorang karyawan apotek di Kota Bogor, mengatakan penjualan masker meningkat sejak abu vulkanik mulai dirasakan warga.

“Kalau kemarin semenjak ada abu vulkanik, itu penjualan semakin menigkat. Cuma kita stok barangnya menipis,” katanya saat disambangi Suara Bogor.

Eka menyebut sebelumnya pihaknya masih memiliki sekitar 10 karton masker. Akan tetapi, stok tersebut kemudian habis terjual dalam waktu singkat.

Bahkan, menurutnya, pembeli kini tidak hanya mencari masker secara eceran, tetapi mulai membelinya dalam jumlah kartonan.

“Bahkan mereka nyarinya yang kartonan, bukan bijian atau per pcs ya,” kata dia.

Dia menyebut, dua karton masker yang baru datang pada pagi hari tadi pun langsung habis dibeli.

Kendati begitu, meski permintaan meningkat, hingga saat ini Eka menyebut harga masker di apoteknya masih belum mengalami kenaikan.

Masker medis isi 50 dijual sekitar Rp25 ribu, sementara masker duckbill isi 50 berada di kisaran Rp35 ribu.

“Alhamdulillah sih kalau harga belum naik ya, masih starndar lah,” terangnya.

Pihaknya pun sebenarnya telah kembali melakukan pemesanan stok, jumlah yang diminta mencapai sekitar 15 hingga 20 karton.

Lonjakan permintaan masker ini turut dirasakan masyarakat.

Sri 51 tahun, warga Kota Bogor mengaku sempat kesulitan mendapatkan masker ketika mencarinya di sejumlah tempat.

“Iya tadi saya nyari ke apotek itu udah abis, saya juga tadi sebelumnya ke minimarket sama juga lagi kosong,” katanya.

Dia khawatir masker yang dimilikinya sudah lama digunakan sehingga ia berencana mencari stok baru, termasuk dengan membeli secara online.

Masker yang dibelinya, kata Sri, rencana bakal digunakan bersama keluarganya karena mereka tetap harus beraktivias di luar rumah.

Sementara itu, Candra, pengemudi ojek online di Kota Bogor, mengaku telah terbiasa menyediakan masker sebelum kondisi abu vulkanik terjadi.

Dia memilih membeli masker secara daring dan biasanya menyimpan stok dalam jumlah satu dus.

“Kalau saya sih di online. Emang udah sedia. Emang udah dari dulu emang stok, dan biasa pakai masker juga,” kata dia.

Candra mengatakan satu dus masker yang dibelinya dapat digunakan hingga sekitar satu bulan.

Meski begitu, pada kejadian kemarin abu vulkanik krakatau, ia mengaku sempat merasakan dampak pada bagian mata.

“Ya cuma debunya aja kena mata. Perih sih lumayan, ga kaya biasanya,” kata dia.

Dengan meningkatnya permintaan masker di sejumlah apotek dan sebagian stok yang cepat habis, kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola belanja masyarakat setelah abu vulkanik menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Bogor.

Kendati begitu, belum adanya kenaikan harga di apotek yang diwawancarai menjadi salah satu kondisi yang masih terjaga di tengah meningkatnya permintaan.

Kontributor : Dziharul Islam Nusantara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini