- Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan teknologi PSEL dan pirolisis di TPA Galuga untuk mengolah sampah.
- Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan pemulihan lingkungan dan air tanah di kawasan tersebut membutuhkan waktu panjang.
- Fasilitas PSEL berkapasitas hingga 2.000 ton per hari tersebut ditargetkan dapat beroperasi dalam waktu dua tahun.
SuaraBogor.id - Setelah beroperasi sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sejak 1992, kawasan Galuga, Kabupaten Bogor, bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Bogor kini tengah menyiapkan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta fasilitas pirolisis untuk memproses timbunan sampah lama.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen bersama untuk mengubah pola pengelolaan sampah secara mendasar.
"Pada saat sampahnya mulai terurai dan diproses, kita berupaya bersama-sama mengembalikan kondisi lingkungan seperti awal mula sebelum TPA berdiri," ujar Rudy.
Ia mengatakan keberadaan TPA selama 34 tahun telah membentuk gunungan sampah sekaligus memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan di kawasan Galuga.
Baca Juga:Gedung BPN Cibinong Digeruduk KPK, Koper Dokumen Diangkut Dikawal Polisi Senjata Lengkap
Menurut dia, pemulihan lingkungan tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, terlebih kondisi air tanah juga membutuhkan proses pemulihan dalam jangka panjang.
"Air tanah kondisinya sudah rusak, kita harus melakukan recovery, perbaikan dari sekarang. Butuh waktu puluhan tahun bahkan 100 tahun," ujarnya.
Rudy memproyeksikan perubahan pengelolaan sampah akan memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor bagian barat.
Ia menggambarkan dalam 10 hingga 15 tahun mendatang kawasan Galuga dapat mengalami perkembangan seiring dengan berkurangnya timbunan sampah yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan.
Menurut Rudy, kondisi TPA saat ini turut mempengaruhi perkembangan kawasan, mulai dari minat investasi, pembangunan perumahan hingga pergerakan nilai tanah.
Baca Juga:1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop
Ia berharap penanganan gunungan sampah dapat diikuti dengan pemulihan lingkungan sehingga pepohonan dan kegiatan pertanian kembali berkembang secara optimal.
"Mungkin belum tentu dalam waktu 10, 15 tahun ke depan kita masih ada umur buat bisa melihat gunung sampah ini menjadi area yang bersih kembali, pohon tumbuh kembali, pertanian dapat bergerak secara optimal, lalu wilayah dapat berkembang secara baik," kata Rudy.
Pemkab Bogor menyiapkan dua skema untuk menangani sampah di Galuga. Sampah baru akan diproses melalui PSEL menjadi energi listrik, sedangkan timbunan sampah lama ditangani menggunakan teknologi pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar minyak.
Rudy menyebut PSEL yang dibangun memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari dan diperkirakan dapat beroperasi dalam waktu 1,5 hingga dua tahun.
Sementara timbulan sampah Kabupaten Bogor saat ini diperkirakan mencapai sekitar 3.000 ton per hari, belum termasuk sampah yang berasal dari Kota Bogor.
Pemkab Bogor juga tetap menjalankan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan desa untuk mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke Galuga.