- Acep, pengemudi becak berusia 57 tahun di Kota Bogor, menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (6/10/2026).
- Bantuan becak listrik produksi PT Pindad tersebut diserahkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional untuk mengurangi beban fisik pengemudi lansia.
- Pemerintah Kota Bogor berharap peralihan ke becak listrik dapat menghentikan penggunaan becak kayuh konvensional secara penuh bagi para lansia.
SuaraBogor.id - Lebih dari tiga dekade Acep mencari nafkah dengan mengayuh becak. Kini, di usia 57 tahun, ia menerima becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto yang diharapkan dapat meringankan pekerjaannya di Kota Bogor.
Acep menjadi salah satu dari 160 penerima bantuan becak listrik yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Penyerahan berlangsung di Gymnasium Vokasi IPB, Kota Bogor, Selasa (6/10/2026).
Pria yang biasa mangkal di kawasan Budi Agung, Kota Bogor, itu mulai bekerja sebagai pengemudi becak sejak 1992.
Selama puluhan tahun mengandalkan tenaga untuk mengayuh, Acep mengaku pernah memperoleh penghasilan hingga Rp80 ribu-Rp100 ribu per hari. Saat itu, ia bekerja sejak pagi hingga sore.
Baca Juga:Prabowo Bagikan 160 Becak Listrik Pindad Gratis untuk Tukang Becak Lansia di Kota Bogor
Namun, kondisi kini berbeda. Penumpang semakin sepi sehingga pendapatannya terkadang hanya sekitar Rp30 ribu per hari.
“Akhir-akhir ini mah, saya paling dapat Rp30 ribu, dua-tiga kali narik penumpang. Kalau dulu ramai, sekarang sepi,” kata Acep.
Karena itu, Acep bersyukur mendapat bantuan becak listrik. Menurutnya, kendaraan tersebut dapat mengurangi beban fisik setelah bertahun-tahun mengandalkan tenaga untuk mengayuh becak.
“Biasanya kan digowes, sekarang alhamdulillah nggak terlalu capek banget, apalagi umur udah tua sekarang,” ungkapnya.
Acep memastikan penghasilan dari becak listrik tersebut tetap akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengurus tiga anaknya.
Baca Juga:Pekan Ini, Menteri ATR/BPN Dipanggil KPK Sebagai Saksi
“Paling kebutuhan sehari-hari. Kalau ada lebih, kita tabungin,” ujarnya.
Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama YGSN, Nuryana, mengatakan para penerima becak listrik telah mendapatkan pelatihan pengoperasian dari PT Pindad selaku produsen kendaraan tersebut.
Ia mengingatkan para pengemudi untuk memperhatikan kondisi baterai dan tidak menunggu hingga daya benar-benar habis sebelum melakukan pengisian.
Menurut Nuryana, pengisian daya selama sekitar dua jam dapat digunakan untuk menempuh jarak hingga 36 kilometer.
Selain itu, setiap penerima telah menandatangani surat perjanjian yang memuat larangan menjual becak listrik bantuan tersebut.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan bantuan becak listrik tersebut berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dan bukan dari APBN.