SuaraBogor.id - Polres Bogor mengungkap motif TOM 2019 Gangster yang melakukan perusakan dan pencurian di SDN 04 Cihideung Ilir, Ciampea, Kabupaten Bogor, ternyata untuk membeli narkoba.
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan, empat tersangka gangster tersebut saat ini telah diamankan. Pada saat penangkapan, pihaknya juga menemukan barag bukti berupa narkoba jenis ganja.
"Dari salah satu pelaku berinisial MI, kami amankan satu genggam narkoba jenis ganja. Mereka kami amankan di sebuah kontrakan di wilayah Cihideung Ilir," ujarnya.
Menurut Kapolres, keempat pelaku pencurian dan perusakan berinisial MA, MI, DH, dan KW diringkus di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Bogor, pada Kamis malam, 3 November 2022.
Baca Juga: Akhir Cerita Anggota DPRD Palembang Viral Gegara Aniaya Wanita di SPBU, Divonis 4 Bulan Bui
Namun, masih ada satu pelaku lainnya berinisial G hingga kini masih berstatus buron.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan bagi pelaku yang kedapatan membawa ganja, saat ini diproses Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sektor Ciampea Komisaris Polisi Beben Susanto menjelaskan aksi kriminal itu berlangsung pada 31 Oktober 2022 sekitar pukul 02.30 WIB dan diduga pelakunya berasal dari salah satu kelompok gangster karena terdapat beberapa coretan pada papan tulis dan lantai bangunan sekolah.
Beberapa coretan tinta berwarna ungu itu bertuliskan "We are TOM", "TOM Bogor", dan "TOM Bogor Gangster".
Kompol Beben menyebutkan para pelaku masuk ke area sekolah dengan memanjat tembok. Setelah itu, pelaku melakukan perusakan pintu dan mencabut kabel kamera pengintai (CCTV).
Baca Juga: Duh, Peredaran Narkoba Tertinggi di Benua Etam Ada di Wilayah Pesisir
"Akibat pencurian tersebut, sejumlah barang yang ada di dalam sekolah, seperti dua unit printer dan dua unit infocus dibawa kabur para pelaku," ujarnya.
Berita Terkait
-
Jalur Puncak Hari Ini: Pemudik Balik Campur Wisatawan, Macet Tak Terhindarkan?
-
Hari Ini, Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi Arah Puncak
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
Soal Amnesti, Menkum: Kemungkinan Napi Narkoba Hanya Ada 700 Orang yang Dapat
-
Kronologi Kades Klapanunggal Minta Jatah Rp165 juta ke Perusahaan Berkedok THR
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai
-
Kades di Bogor Terbukti Minta THR Rp165 Juta ke Perusahaan, Rudy Susmanto Perintahkan Inspektorat
-
Kepadatan Puncak Bogor Tak Terbendung, One Way Arah Jakarta Diperkirakan Sampai Pukul 18.00 WIB