SuaraBogor.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,1 terjadi di ilayah Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (27/4) pukul 20.22 WIB.
Informasi itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan terdapat gempa bumi tektonik tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi BMKG di Jakarta, Sabtu, pusat gempa berada di darat 12 kilometer Timur Laut Kota Sukabumi atau pada posisi 6,83 derajat Lintang Selatan serta 107 derajat Bujur Timur dengan kedalaman lima kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cugenang,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto.
Baca Juga: Ayah Tiri Cabuli Anak 15 Tahun di Cianjur, Aksi Bejat Dilakukan Sejak Korban Kelas 6 SD
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Cianjur dan Sukabumi dengan Skala Intensitas III MMI.
Meskipun masyarakat di Cianjur dan Sukabumi merasakan getaran seakan-akan ada truk berlalu pada saat gempa, kata dia, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak dari gempa itu.
Sementara itu, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 20.39 WIB.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat dapat mencari informasi resmi melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi yakni Instagram/Twitter @bmkgwilayah2 atau @infoBMKG.
Baca Juga: Jelang Bantuan Gempa Tahap 4, Kontraktor dan Masyarakat Kawal Janji Bupati Cianjur
Berita Terkait
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
Myanmar Umumkan 7 Hari Masa Berkabung, Min Aung Hlaing Minta Bantuan Malaysia Pasca Gempa Maut!
-
Telan Korban Jiwa 1.700 Orang, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Gempa Myanmar
-
Korban Tewas Gempa Myanmar Naik Jadi 1.700, Pusat Kremasi di Mandalay Sampai Kewalahan
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman