Bahkan China yang paling terpengaruh, hanya akan mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 0,3% per tahun. Jika dilihat dari model perdagangan, dampak pertumbuhan ini bahkan lebih kecil dan tidak memperhitungkan respons ekonomi lain yang mungkin dilakukan China.
Salah satu alasannya adalah bahwa eksposur China terhadap ekspor ke AS, baik langsung maupun tidak langsung, telah menurun seiring waktu dan kini kurang dari 3% dari PDB mereka,” jelas Park.
“Anda dapat melihat di sini bahwa model kami sebenarnya memprediksi efek yang sedikit positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jadi pesan kami kepada pemerintah di kawasan ini adalah bahwa Asia telah menunjukkan ketahanan luar biasa terhadap serangkaian guncangan dalam beberapa tahun terakhir, dimulai dengan pandemi, harga komoditas tinggi, geopolitik, dan lain-lain. Meskipun ketidakpastian membuat perencanaan menjadi sulit dan menyulitkan perusahaan untuk membuat keputusan investasi, tidak perlu takut karena Asia tetap tangguh dan mampu merespons,” ungkapnya kemudian.
“Saya rasa dengan terus menjaga manajemen makroekonomi yang sehat dan terus memperhatikan perubahan baik dari faktor eksternal maupun internal, Asia dapat menghadapinya. Sekarang saya ingin beralih dan berbicara tentang apa yang dapat ditunjukkan oleh penelitian tentang kapan pembiayaan mikro benar-benar bisa menjadi transformasional,” lanjut Park.
“Lebih dari satu dekade yang lalu, Abhijit Banerjee dan Esther Duflo menulis buku berjudul Poor Economics di mana mereka menyatakan keraguan tentang apakah pembiayaan mikro dapat benar-benar meningkatkan pendapatan dan konsumsi secara berkelanjutan. Itu didukung oleh sebuah volume simposium yang mempresentasikan enam studi uji kontrol acak yang cukup ketat di berbagai negara di dunia, dan mereka benar-benar tidak menemukan bukti yang kuat bahwa program pembiayaan mikro yang dievaluasi benar-benar secara signifikan meningkatkan pendapatan dan konsumsi, meskipun evaluasi ini cenderung bersifat jangka pendek.
Namun, bulan lalu di sebuah acara, Banerjee memberikan presentasi untuk mencoba mengulas temuan Poor Economics dan mencoba bertanya, apa yang benar dan apa yang salah, karena ketika mereka menulis buku tersebut, jumlah studi uji kontrol acak masih relatif sedikit.
Hari ini, ada lebih banyak studi, dan satu hal yang dia temukan adalah bahwa skeptisisme terhadap pembiayaan mikro mungkin terlalu dini. Bahkan dalam studi di India, setelah enam tahun program pembiayaan mikro diterapkan, dampaknya sangat substansial dan signifikan,” tukas Park memberikan pentingnya pembiayaan mikro.
Berita Terkait
-
Tak Ada Serangan Ransomware di BRI, Postingan Falcon Feeds Dipastikan Hoax
-
BRI: Data dan Dana Aman, Nasabah Tetap Dapat Gunakan Seluruh Sistem Layanan Perbankan
-
Momen Penuh Makna, BRI Gelar Potong Tumpeng Serentak hingga Bazaar UMKM
-
Kinerja Sehat, BRI Bagikan Dividen Interim Sebesar Rp20,46 Triliun untuk Pemegang Saham
-
Penghargaan Tahunan Bank Indonesia, Pemkab Bogor Jadi Kabupaten Terbaik Pada Kategori Ekonomi Digital
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
Terkini
-
Viral Dugaan Jual Beli Jalur Tambang Pongkor, PT Antam Investigasi Oknum Internal
-
Zonasi SMAN 1 Bogor Bakal Dihapus? Komisi IV DPRD Soroti Skema Sekolah 'Maung'
-
Dukung Asta Cita Presiden, Pemkab Bogor Percepat Operasional 189 Koperasi Merah Putih
-
5 Rekomendasi Tempat Ngopi Nuansa Alam di Bogor Terbaru 2026, Dijamin Anti Boring
-
Cibinong Makin Keren! Skywalk Simpang Bappenda Bakal Diresmikan di HJB Ke-544