Momen lagu hingga menggema tersebut tentu menjadi hari berbeda pada acara Hardiknas 2025 kali ini.
Neneng menjelaskan lagu itu mengusung semangat kebangkitan dan menjadi bagian dari kampanye visi “Bogor Istimewa – Kuta Udaya Wangsa” yang digaungkan Bupati Rudy Susmanto.
Dibawakan secara megah dengan aransemen musik perpaduan etnik dan modern oleh para guru musik dari berbagai sekolah, penampilan perdana lagu ini melibatkan 300 siswa SMP yang mempersembahkan tarian kolosal.
Lagu tersebut langsung diperdengarkan kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto pada peringatan Hardiknas tingkat Kabupaten Bogor di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, pada Jumat (2/5).
“Kuta Udaya Wangsa berarti Kota Kebangkitan Bangsa. Lagu ini menggambarkan harapan agar Kabupaten Bogor menjadi pusat pembangunan dan kemajuan, didukung oleh masyarakat yang harmonis dan pemimpin yang bijaksana,” ujar Neneng, lulusan Seni Musik IKIP Bandung dan Magister Manajemen STIMA IMMI Jakarta.
Dalam lirik lagu, tergambar potret Kabupaten Bogor sebagai daerah subur yang dikelilingi gunung seperti Salak dan Munara, dialiri sungai Citarum dan Cisadane, serta dianugerahi alam yang kaya dan masyarakat yang ramah.
Lagu ini juga menekankan nilai persatuan, gotong royong, dan semangat membangun bersama.
Lagu ini menjadi simbol bagaimana pendidikan dan seni dapat berkolaborasi untuk membentuk identitas daerah dan membangun semangat kolektif masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.
Berikut kutipan lirik lagu Kuta Udaya Wangsa:
Baca Juga: 'Kita Udaya Wangsa' Menggema di Hardiknas Bogor, Ini Makna Mendalamnya!
Kuta Udaya Wangsa, Kuta Urang Sadaya
Di Lingkung Gunung Salak, Gunung Munara
Kulon Kidul Wetan, Tepi Ka Beulah Kaler
Pinuh Ku Sandang Pangan, Tepi Ngajalejer
Walungan Citarum Cisadane
Rakyatna Someah, Pamingpinna Peryoga
Nagrina Gumilang Istimewa
Kuta Udaya Wangsa Sumanget Babarengan
Hirup Akur Makmur Aman Jeung Santosa
Urang Silih Asih, Silih Asah Silih Asuh
Sangkan Nyata Bogor Jaya Waluya
Sangkan Nyata Bogor Istimewa.
Berita Terkait
-
'Kita Udaya Wangsa' Menggema di Hardiknas Bogor, Ini Makna Mendalamnya!
-
Bye-bye Banjir Tahunan? Pemkab Bogor Siapkan Jurus Jitu Normalisasi Sungai Tanpa Beban Biaya Tinggi
-
Anggaran Jumbo Rp16 Triliun! Prabowo Percepat Perbaikan 11.000 Sekolah Rusak
-
Menguatkan Peran Alumni, UIKA Bogor Ambil Posisi Strategis di IKA UIN Bandung
-
Abdul Muti Bakal Bangun Dua SD di Pelosok Bogor, Kepala Sekolah: Penantian 20 Tahun
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bongkar Penyebab Banjir Puncak - Cipanas, Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
-
5 Rekomendasi Sepeda Harga 1 Jutaan Enteng Banget Saat Menanjak, Kualitas Bukan Kaleng-kaleng
-
4 Poin Utama Penolakan Warga Terhadap Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah di Kayumanis
-
Tolak Bau Busuk, Emak-emak Kayumanis Kompak Hadang Proyek Pengolahan Sampah Pemkot Bogor
-
Pelaku Pembacokan di Cengkareng Berhasil Diringkus Polisi di Bogor