- Polemik penonaktifan Kades Bojong Kulur tak bisa dilakukan karena tak ada regulasinya
- DPMD Bogor menyatakan regulasi hanya mengatur pemberhentian atau pemberhentian sementara Kades
- Penonaktifan oleh BPD Bojong Kulur tak bisa berlaku karena tidak sesuai dengan Perbup
SuaraBogor.id - Polemik terkait status Kepala Desa (Kades) Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Firman Riansyah, memasuki babak baru.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa penonaktifan Kades, sebagaimana yang diupayakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bojong Kulur atas desakan masyarakat, tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Hal ini disampaikan langsung oleh Hadijana, perwakilan dari DPMD, pada Kamis, 18 September 2025.
Hadijana menjelaskan bahwa dalam regulasi yang ada, tidak dikenal istilah "menonaktifkan" Kades.
"Jadi tidak ada istilah menonaktifkan, yang ada pemberhentian dan pemberhentian sementara," tegasnya, mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 66 tahun 2020.
Perbup ini mengatur secara rinci mengenai pemberhentian dan pemberhentian sementara Kades, yang dijelaskan pada pasal 122 hingga 131.
Menurut Hadijana, pemberhentian tetap seorang Kades hanya dapat dilakukan jika memenuhi salah satu dari tiga poin yang tercantum dalam pasal 123 Perbup tersebut.
"Syarat pemberhentian tetap itu syaratnya ada tiga, meninggal dunia, permintaan sendiri, dan diberhentikan," jelasnya.
Kades dapat diberhentikan karena beberapa alasan, yaitu:
Baca Juga: Enchanting Valley Resmi Dibuka: Magnet Wisata Baru Puncak Bogor untuk Generasi Milenial dan Gen Z
- Berakhir masa jabatan.
- Tidak bertugas selama enam bulan berturut-turut.
- Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai Kepala Desa.
- Tidak melaksanakan kewajiban sebagai Kepala Desa.
- Dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki ketetapan hukum.
- Status desa berubah menjadi kelurahan.
Sementara itu, pemberhentian sementara Kades dapat dilakukan jika yang bersangkutan dinyatakan sebagai terdakwa dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun, atau ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) atau makar.
"Tapi kalau kasusnya ancamannya hanya 6 bulan, itu tidak perlu pemberhentian sementara. Pemberhentian sementara ditetapkan oleh Bupati setelah kepala desa dinyatakan sebagai terdakwa yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun," jelas Hadijana.
Meski demikian, Hadijana mengakui bahwa surat keputusan penonaktifan dari BPD Bojong Kulur merupakan keputusan resmi dari ketua dan anggota BPD.
"Tidak ada istilah tidak berlaku. Itu kan keputusan resmi BPD. Tetapi, apabila BPD ingin memberhentikan, diikuti regulasinya," jelasnya.
Menindaklanjuti situasi ini, DPMD Kabupaten Bogor akan segera mengambil langkah koordinasi lebih lanjut.
"Saya besok, hari Jum'at Insya Allah saya akan manggil BPD sama Camat. Intinya mengklarifikasi. Mengklarifikasi, Pak Camat, ini ada surat BPD. Meskipun surat fisiknya kan ada di di kategori seperti apa," ungkap Hadijana.
Berita Terkait
-
Enchanting Valley Resmi Dibuka: Magnet Wisata Baru Puncak Bogor untuk Generasi Milenial dan Gen Z
-
Sentilan Keras Eva Marthiana untuk Pengurus dan Kader PKK Bogor: Jaga Ucapan, Jangan Arogan
-
Kisah Haru dari Citeureup Bogor yang Mengguncang Panggung Internasional
-
Hilang 12 Hari, Pencari Burung Ditemukan Tewas Terjepit Kayu Raksasa di Dasar Curug Seribu
-
Cek Daerahmu! Ini Daftar Lengkap Wilayah Jabar yang Diintai Hujan Lebat dan Potensi Banjir
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Baru Bertindak Usai Viral di Medsos, DLH Kota Bogor Kandangkan Truk Sampah Penambal Triplek
-
Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam
-
Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok
-
Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor
-
BRI Catat Investor Baru Wealth Management Tumbuh 280,68 Persen hingga Kuartal II 2026