-
Parung bertransformasi menjadi gerbang ekonomi baru di Bogor berkat proyek Tol Bogor-Serpong yang memangkas waktu tempuh.
-
Kehadiran tol akan memicu lonjakan investasi properti dan mengurangi kemacetan klasik Parung sebagai jalur penghubung penting.
-
Transformasi Parung menjanjikan peluang ekonomi besar, namun perlu cermat mengelola dampak sosial dan kenaikan harga tanah.
SuaraBogor.id - Kecamatan Parung, sebuah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang selama ini dikenal dengan jalur padat dan pasar tradisionalnya, kini bersiap menghadapi era baru.
Dengan rencana pembangunan ruas Tol Bogor-Serpong yang akan melintasi jantungnya, Parung diproyeksikan bertransformasi menjadi salah satu gerbang ekonomi baru yang menjanjikan di selatan Jakarta.
Perubahan ini tentu membawa berbagai potensi, sekaligus tantangan yang patut dicermati.
Secara geografis, Parung memiliki posisi yang sangat strategis. Berbatasan langsung dengan Kota Depok dan tidak jauh dari Tangerang Selatan.
Parung telah lama menjadi jalur penghubung penting bagi mobilitas warga dari arah Bogor menuju Jakarta dan sebaliknya.
Wilayah ini juga dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa yang cukup ramai, ditopang oleh pasar tradisional dan berbagai usaha kecil menengah.
Namun, kemacetan menjadi tantangan klasik yang menghambat potensi maksimalnya.
Nama Parung sendiri memiliki sejarah panjang, merujuk pada Parung atau rawa-rawa yang dulunya banyak ditemukan di area tersebut.
Seiring waktu, rawa-rawa itu berubah menjadi pemukiman dan pusat aktivitas, menciptakan identitas khas Parung sebagai daerah transisi antara pedesaan dan perkotaan.
Baca Juga: Yandri Susanto Desak Kejagung Turun Tangan, Selamatkan Hak Warga Desa Sukaharja dan Sukamulya Bogor
Kehadiran Tol Bogor-Serpong (Boserpong) menjadi angin segar yang sangat dinantikan.
Rencana pembangunan tol ini, yang merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans-Jawa, dirancang untuk memecah kepadatan lalu lintas di jalur arteri seperti Jalan Raya Parung, sekaligus mempercepat konektivitas antara Bogor, Serpong, dan wilayah sekitarnya.
Dengan adanya akses tol langsung, waktu tempuh akan terpangkas signifikan, membuka peluang baru bagi Parung.
Ruas tol ini diperkirakan akan menciptakan multiplier effect yang luar biasa. Aksesibilitas yang lebih baik akan menarik minat investor, baik di sektor properti, industri, maupun komersial.
Kawasan Parung yang sebelumnya mungkin kurang terjamah karena kendala akses, kini akan menjadi primadona.
Salah satu sektor yang paling merasakan dampaknya adalah properti. Harga tanah dan properti residensial maupun komersial di Parung diproyeksikan akan meningkat seiring dengan kemudahan akses.
Pengembang besar maupun kecil kemungkinan akan melirik Parung sebagai lokasi proyek perumahan baru, pusat perbelanjaan, atau bahkan kawasan industri ringan. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
Selain itu, sektor jasa dan pariwisata lokal juga berpotensi berkembang. Dengan semakin mudahnya akses, Parung bisa menjadi tujuan akhir pekan atau persinggahan bagi warga urban yang mencari suasana yang lebih tenang dan beragam kuliner lokal yang ditawarkan.
Namun, transformasi ini juga membawa tantangan. Salah satunya adalah potensi lonjakan harga tanah yang dapat berdampak pada masyarakat lokal yang ingin mempertahankan kepemilikan lahan mereka.
Selain itu, pembangunan infrastruktur besar seperti tol juga memerlukan penanganan dampak lingkungan dan sosial yang cermat agar tidak merugikan komunitas setempat.
Masyarakat Parung tentunya menaruh harapan besar agar pembangunan tol ini tidak hanya membawa kemajuan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup.
Akses pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, penataan tata ruang yang rapi, serta pelestarian budaya lokal menjadi bagian dari harapan yang harus diakomodasi dalam proses pembangunan.
Berita Terkait
-
Yandri Susanto Desak Kejagung Turun Tangan, Selamatkan Hak Warga Desa Sukaharja dan Sukamulya Bogor
-
Siap Tancap Gas! Tol Bogor Serpong 32,03 KM Dibagi 4 Seksi Krusial, Ini Detail Titik-Titiknya
-
Duel Udara Berujung Nahas, Pemain Persikad Depok Bil'asqan Didiagnosis Ini Setelah Kolaps
-
Setelah Insiden Keracunan, Koki Bersertifikat dan CCTV Dapur Jadi Syarat Wajib Program Makan Gratis
-
Bukan Hanya Jalan! Samisade Jilid Baru Rudy Susmanto Lebarkan Sayap ke Pesantren Hingga Biaya Kuliah
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Siap-siap Pulang Kampung! 40 Bus Mudik Gratis Pemkab Bogor Segera Diberangkatkan
-
Wajib Mampir! Intip Menu Buka Puasa Favorit Sekda Bogor di Festival Ramadan 2026 Cibinong
-
Sayaga Wisata Berbenah: Tak Ada Lagi Titipan, Rekrutmen Direksi Kini Libatkan Pihak Eksternal
-
Truk Ayam Terguling di Jalan Tegar Beriman, Arus Lalu Lintas Cibinong Lumpuh Sore Ini
-
BRI Rayakan Imlek Prosperity 2026 dengan Nuansa Eksklusif Tahun Kuda Api