-
Pemandi jenazah terkejut temukan luka janggal, sumpal tisu, dan benjolan besar pada bocah MAA.
-
Luka MAA bertentangan laporan keluarga yang menyebut korban meninggal akibat demam tinggi.
-
Ayah MAA berikan alibi luka sebagai benturan/jatuh, menambah kecurigaan pemandi jenazah.
SuaraBogor.id - Kasus kematian tragis bocah laki-laki Muhammad Arrasya (MAA) berusia 6 tahun di Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang diduga dianiaya ibu tirinya, RN (30), menyisakan kesaksian pilu dari pemandi jenazahnya, Sugeng.
Ia mengaku tak kuasa menahan perasaan saat memandikan jasad MAA, yang seharusnya meninggal karena demam tinggi, namun ditemukan dengan kondisi yang sangat janggal.
Sugeng mengaku, awalnya keluarga melaporkan korban meninggal karena demam tinggi. Oleh karena itu, ia tidak memiliki kecurigaan awal saat akan memandikan MAA.
"Saya enggak tahu ibu yang ada di situ ibu sambung, di form yang saya terima itu status meninggalnya anak karena disebabkan panas tinggi, saya pegang data itu," kata Sugeng pada Kamis (23/10/2025).
Namun, saat membuka tubuh korban, Sugeng mengaku kaget melihat beberapa luka yang tidak biasa. Yang lebih mengejutkan, ia menemukan sumpal tisu di mulut korban.
"Saya buka tutup kainnya, saya dapatin sebuah sumpal di mulut berupa tisu, di mana itu fungsinya untuk mencegah darah lebih banyak karena ternyata ada luka robek di bagian bibir bawah," jelas Sugeng, menggambarkan detail yang mengerikan.
Proses memandikan korban dilakukan bersama ayah kandung MAA. Sugeng merasa janggal dan tak kuasa untuk menanyakan secara gamblang di balik luka-luka yang ada pada korban.
"Saya dapatin ada beberapa luka atau lebam di berbagai tubuh yang mengundang pertanyaan saya, mengundang keinginan pengetahuan saya untuk bertanya-tanya ini kenapa," ungkapnya.
Saat Sugeng menanyakan kepada ayah korban mengenai luka lebam tersebut, ayah korban memberikan alibi.
Baca Juga: Bukan Tolak Perubahan, Tapi Kematian: Jeritan Sopir Angkot di Balai Kota Bogor
"Bapaknya jawab karena kejedot pintu dan karena jatuh di kamar mandi," lanjut Sugeng.
Jawaban dari ayah korban semakin menambah kecurigaan Sugeng. Namun, karena terikat etika sebagai pemandi jenazah, ia tidak mengejar lebih lanjut pertanyaan tersebut.
"Jawaban itu saya sebut menjadi keanehan, karena tugas saya hanya memandikan jenazah sampai selesai, luka yang saya lihat saya abaikan, makanya pertanyaan itu tidak saya kejar lagi," jelas Sugeng.
Keanehan-keanehan terus membayangi benak Sugeng saat ia mulai melakukan pengafanan. Ia semakin terkejut ketika memegang kepala bagian belakang MAA.
"Ketika jenazah sudah selesai dimandikan dan dikafankan, saya lebih terkejut ketika memegang kepala bagian belakang, karena bagian kepala belakang banyak benjolan-benjolan yang besar membuat kepala enggak berbentuk dan setiap benjolan ada luka sobeknya itu mengundang hati saya, sangat prihatin dengan kondisi anak tersebut, saya mencoba bertahan untuk tidak menanya lebih lanjut," katanya.
Benjolan besar di kepala ini semakin meyakinkan Sugeng bahwa korban bukan meninggal karena sakit demam tinggi seperti yang dilaporkan.
Berita Terkait
-
Bukan Tolak Perubahan, Tapi Kematian: Jeritan Sopir Angkot di Balai Kota Bogor
-
Najwa Shihab dan Raditya Dika Bongkar Resep Gagal di IPB: Kunci Sukses Keluar dari Zona Nyaman Gen Z
-
Hanya Gara-gara Susah Makan dan Uang Jajan, RN Tega Habisi Nyawa Anak Tirinya!
-
Sadis! Tabir Kebohongan Ibu Tiri Terbongkar, Pukulan Maut Merenggut Nyawa Anak di Bojonggede
-
Hasil Ekshumasi Jasad Anak di Bojonggede, Korban Tewas Akibat Pukulan Benda Tumpul Misterius
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
BRI Bagikan Total Dividen Rp52,1 Triliun, Termasuk Interim Rp137 per Saham
-
Sentil UI dan IPB, Peneliti TII Tegaskan Candaan Seksis di Grup Chat Bisa Dipidana
-
Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti KPPD di Akmil Magelang, Siap Wujudkan Swasembada & Kemandirian Daerah
-
Siapkan Pusat Ekonomi Baru, Bupati Rudy Susmanto Dorong Jalur KRL hingga Jasinga
-
Rekomendasi Spot Foto Baru di Bogor! Ada Atedoz Photobooth di Taman Heulang