-
Pembunuhan AN di Bojonggede didalangi tiga kenalan Facebook. Motif ekonomi mendesak, berawal dari penolakan pinjaman Rp4 juta untuk biaya persalinan, yang memicu niat merampok harta korban.
-
Penolakan pinjaman uang menjadi pemicu utama; pelaku kemudian menganiaya AN hingga tewas karena frustrasi, lalu mengambil handphone dan kunci motor sebagai bukti niat penguasaan harta.
-
Para pelaku gagal membawa kabur motor korban AN karena panik setelah tetangga menggedor pintu kontrakan. Mereka hanya berhasil membawa kabur ponsel dan kunci sebelum melarikan diri dari lokasi.
SuaraBogor.id - Kasus pembunuhan tragis yang menimpa AN, pria yang ditemukan tewas di kontrakan Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akhirnya mengungkap motif yang mengejutkan di balik aksi sadis tersebut.
Tiga pemuda yang merupakan kenalan korban melalui media sosial Facebook, yang awalnya hanya berniat meminjam uang, justru berakhir menghabisi nyawa AN setelah permintaan mereka ditolak.
Aksi keji yang dilakukan para pelaku tidak hanya didorong oleh emosi sesaat, melainkan juga didorong oleh Motif Ekonomi yang mendesak dan niat jahat untuk menguasai barang milik korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Utama menjelaskan, penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa niat awal para tersangka adalah meminjam sejumlah uang kepada korban.
Namun, penolakan tersebut menjadi titik balik yang memicu tindakan kriminalitas yang lebih parah.
“Salah satu tersangka ingin menguasai ataupun memiliki barang korban, dan juga awalnya meminjam uang kepada korban. Karena ditolak, kemudian terjadilah penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 5 November 2025.
Menurut pengakuan salah satu tersangka berinisial MEO, ia memiliki kebutuhan yang sangat mendesak. Made Gede Utama mengonfirmasi bahwa desakan tersebut berkaitan dengan urusan pribadi:
“Memang salah satu tersangka ada kebutuhan biaya persalinan pacarnya,” kata Made.
Pinjaman yang diajukan MEO kepada korban diketahui sebesar Rp4 Juta, yang direncanakan untuk menutupi biaya persalinan. Ketika pinjaman itu ditolak, rasa frustrasi dan desakan ekonomi memicu munculnya niat untuk menguasai harta benda korban.
Baca Juga: Tragedi Perkenalan Berdarah di Medsos: Korban Tewas, Jejak Digital Tunjuk ke Grup Sesama Jenis
Setelah menganiaya korban hingga tewas, para pelaku lantas berupaya mengambil harta benda milik AN. Mereka berhasil mengambil handphone dan kunci sepeda motor milik korban.
Kompol Made Gede Utama menegaskan bahwa niat merampas motor korban sudah muncul, namun upaya mereka terhalang oleh situasi di sekitar lokasi kejadian.
“Perlu dicatat juga bahwa yang diambil barang korban adalah handphone dan kunci sepeda motor. Jadi kami bisa menganggap bahwa para tersangka memang berniat untuk mengambil motor korban,” kata dia.
Kepanikan melanda para pelaku setelah mereka mendengar tetangga menggedor pintu kontrakan tempat kejadian. Mereka pun melarikan diri, hanya berhasil membawa kabur handphone dan kunci motor korban.
“Namun karena situasi memang sudah panik digedor-gedor oleh tetangganya, hanya kuncinya saja yang diambil. Jadi mereka ingin memiliki ataupun menguasai dari harta benda dari korban,” sambungnya.
Berita Terkait
-
Tragedi Perkenalan Berdarah di Medsos: Korban Tewas, Jejak Digital Tunjuk ke Grup Sesama Jenis
-
Berawal dari Chatting Facebook, Remaja di Bogor Tewas Mengenaskan Dikeroyok 3 Pelaku
-
Bogor Darurat! 3.000 Personel Gabungan Disiagakan, Respon Kilat Perintah Kapolri
-
Stop Panik dan Hoaks! Ribuan Warga Lereng Salak Kini Dilatih Hadapi Ancaman Sesar Cianten
-
Pasca Atap Ambruk, Rudy Susmanto Evaluasi Total Infrastruktur Sekolah
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Catat Tanggalnya! Mulai 20 Juni, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pameran Hasil Bumi
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat
-
Tatap Kualifikasi Piala Dunia, Prabowo: Apa Pun yang Bisa Kita Support Buat Timnas, Saya Lakukan