-
Dua kakak-beradik di Cibinong yang dilaporkan hilang ditemukan Komnas PA. Mereka diduga kabur karena menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah tiri.
-
Setelah diwawancarai, Komnas PA berkoordinasi dengan Polres Bogor dan melaporkan temuan dugaan kasus pelecehan seksual dan pencabulan yang dialami korban.
-
Komnas PA mendampingi ibu kandung korban membuat laporan resmi ke Polres Bogor terkait dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah tiri.
SuaraBogor.id - Kabar hilangnya dua bocah kakak-beradik di Cibinong, Kabupaten Bogor, sempat membuat geger grup WhatsApp warga dan media sosial lokal beberapa waktu lalu. Namun, di balik poster Orang Hilang yang tersebar, tersimpan sebuah tragedi pilu yang menampar rasa kemanusiaan kita.
Bukan diculik oleh sindikat perdagangan orang atau tersesat, KPA (13) dan adiknya, ATA (12), ternyata nekat melarikan diri dari rumah demi menyelamatkan diri dari predator yang seharusnya menjadi pelindung mereka. Fakta mengejutkan ini terungkap setelah Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menerima kedua bocah tersebut dan melakukan pendampingan intensif.
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, membeberkan kronologi penemuan kedua anak tersebut. Semuanya bermula ketika seorang warga yang peduli membawa KPA dan ATA ke kantor Komnas PA karena melihat kondisi mereka yang memprihatinkan.
"Dan kebetulan hari Rabu, kami menerima laporan dari masyarakat yang membawa dua anak ini ke kantor Komnas Perlindungan Anak. Lalu kami lakukan deep interview. Ternyata anak kita ini, dua orang ini, mengalami tekanan yang cukup luar biasa," kata Agustinus di Bogor, Jumat, 28 November 2025.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi neraka bagi KPA dan ATA. Berdasarkan analisis psikolog dan pengakuan korban, mereka diduga kuat menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat, yakni ayah tiri mereka.
"Kemudian kemarin kami berkoordinasi dengan Polres Bogor dan UPT dan kami sudah melaporkan hasil temuan kami bahwa ternyata hilangnya anak ini dugaan sementara adalah karena terkait dengan kasus yang mereka alami, yaitu pencabulan dan pelecehan untuk kedua-duanya," ungkap Agustinus.
Fakta bahwa kedua anak tersebut—kakak dan adik—menjadi korban sekaligus, menunjukkan betapa seriusnya ancaman predator seksual di lingkungan domestik.
Kasus kekerasan dalam lingkup keluarga seringkali tertutup rapat karena adanya relasi kuasa yang timpang antara orang tua dan anak.
Tidak tinggal diam, Komnas Perlindungan Anak langsung bergerak cepat membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka mendampingi ibu kandung korban untuk membuat laporan resmi di Polres Bogor agar pelaku segera ditangkap dan diadili.
Baca Juga: Anggaran Turun Rp700 Miliar, Janji Rp1,5 Miliar per Desa - Beasiswa Tetap Gaspol di APBD Bogor 2026
"Hari ini kami memastikan datang ke Polres Bogor , memastikan bahwa laporan kami diteruskan dan hari ini sudah dibuatkan laporan pengaduan resmi dan kita juga sudah berkoordinasi dengan ibu kandung sehingga sudah dibuatkan laporan yang kami dampingi itu dibuatkan laporan dari ibu kandungnya," jelasnya.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Anggaran Turun Rp700 Miliar, Janji Rp1,5 Miliar per Desa - Beasiswa Tetap Gaspol di APBD Bogor 2026
-
Kasus Alvaro Belum Usai: Polisi Buru Kemungkinan Pelaku Lain dan Menanti Hasil DNA Rahang
-
Pria Diduga 'Bank Keliling' Ditemukan Tewas di Gubuk Rumpin, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya
-
Puncak Bogor Segera Punya Jalan Alternatif Baru! Ini Proyek Rudy Susmanto yang Dimulai 2026
-
Pembangunan Koperasi Merah Putih Bogor Haram Beli Lahan Baru, Kajari: Kita Pakai Aset Desa
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Tarik Tunai GoPay di ATM BRI dan CRM, Solusi Praktis Tanpa Kartu
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Kasus Pungli Kemenag: Harus Transparan
-
Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus