-
Pasar Sukajaya di Desa Pasir Madang dibangun untuk mendekatkan akses bahan pokok bagi warga pelosok Sukajaya, Kabupaten Bogor, yang sebelumnya kesulitan.
-
Pembangunan pasar tipe C senilai Rp3 M (APBD 2025) ini penting karena kondisi geografis Sukajaya rawan bencana dan jauh dari pusat layanan publik.
-
Pasar ini ditargetkan selesai Desember 2025 dan mulai beroperasi tahun 2026 untuk meningkatkan perekonomian dan mengurangi biaya perjalanan warga.
SuaraBogor.id - Kabar gembira datang bagi warga di ujung barat Kabupaten Bogor. Wilayah Kecamatan Sukajaya, yang selama ini dikenal dengan kontur perbukitannya yang menantang dan lokasinya yang terisolir, akhirnya akan memiliki pusat perekonomian mandiri.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) tengah merampungkan pembangunan Pasar Sukajaya, sebuah fasilitas vital yang sudah lama dinantikan masyarakat.
Terletak di Desa Pasir Madang, pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, melainkan simbol pemerataan pembangunan di wilayah pelosok yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebak, Banten.
Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kabupaten Bogor, Desirwan Kuslan, menegaskan urgensi proyek ini.
“Pasar ini dibangun karena memang di Sukajaya belum ada pasar sehingga kehadirannya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga,” kata Desirwan di Cibinong, Selasa (2/12/2025).
Kondisi geografis yang sulit dan ketiadaan pasar lokal membuat warga harus bertaruh nyawa dan waktu hanya untuk membeli kebutuhan pokok. Desirwan menyoroti betapa krusialnya keberadaan pasar ini untuk ketahanan pangan lokal, berkaca dari pengalaman pahit tersebut.
“Pada 2020 itu warga sangat kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Ke pasar terdekat saja waktunya bisa berjam-jam karena akses rusak,” ujarnya.
Selama ini, warga Sukajaya harus menempuh perjalanan jauh ke Pasar Cigudeg. Dengan adanya pasar lokal ini, efisiensi waktu dan biaya transportasi warga akan terpangkas signifikan.
Pemerintah tidak main-main dalam menghadirkan fasilitas ini. Anggaran sebesar kurang lebih Rp3 miliar digelontorkan dari APBD Tahun Anggaran 2025. Progres fisik di lapangan kini sudah memasuki tahap akhir, dengan target penyelesaian pada bulan Desember 2025 ini.
Baca Juga: Mimpi Jalan Tembus Rancabungur-Leuwiliang Masih Jauh, Pemkab Bogor Ungkap Kendala Izin Provinsi
Pemilihan Desa Pasir Madang sebagai lokasi pun melalui proses kajian matang. Berdasarkan feasibility study (FS), desa ini mendapatkan skor tertinggi dari tiga opsi lokasi yang ada, dinilai paling strategis untuk dijangkau warga dari berbagai desa di sekitarnya.
Secara teknis, pasar ini berstatus Tipe C yang dirancang compact namun fungsional sesuai kebutuhan demografi setempat. Fasilitas yang tersedia meliputi:
12 Kios: Untuk pedagang barang kebutuhan sekunder atau pakaian.
22 Los: Area terbuka untuk pedagang sayur, daging, dan kebutuhan basah lainnya.
Kehadiran Pasar Sukajaya ini sekaligus menambah portofolio pasar tradisional di Kabupaten Bogor menjadi sekitar 32 unit, mendekati target ideal 40 pasar yang tersebar di seluruh kecamatan.
Langkah ini merupakan bukti komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan akses ekonomi ke rakyat.
Berita Terkait
-
Mimpi Jalan Tembus Rancabungur-Leuwiliang Masih Jauh, Pemkab Bogor Ungkap Kendala Izin Provinsi
-
Detik-Detik Mencekam di Bogor, Percikan Api Tiang Listrik Nyaris Bakar Permukiman Saat Jam Sibuk
-
4 Fakta Meninggalnya Pejabat BPKAD Bogor Saat Trekking di Sentul, Sempat Mengeluh Sakit Dada
-
Kabid BPKAD Bogor Mengeluh Sakit Dada Berulang Sebelum Akhirnya Ambruk di Bukit Paniisan
-
Pemkab Bogor Fokus Bangun Wilayah Cibinong Raya sebelum Bogor Barat dan Timur Mekar
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor
-
Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib
-
Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari