-
Kasus gratifikasi Kepala Desa Cikuda, Agus Sutisna, resmi dinyatakan P21. Berkas perkara kini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk segera disidangkan sebagai bentuk ketegasan hukum.
-
Tersangka terbukti melakukan pungutan liar pengurusan tanah sebesar Rp2,3 miliar terhadap investor. Tindakan ini dinilai merusak iklim investasi dan mencoreng integritas birokrasi di tingkat pemerintahan desa.
-
Kapolres Bogor menegaskan kasus ini merupakan peringatan keras bagi aparat desa lainnya. Penegakan hukum dilakukan secara profesional guna memberikan efek jera terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
SuaraBogor.id - Awal tahun baru 2026 dibuka dengan kado pahit bagi oknum pejabat desa yang menyalahgunakan wewenang. Kasus dugaan gratifikasi yang menjerat Kepala Desa (Kades) Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Agus Sutisna, kini memasuki babak krusial.
Polres Bogor secara resmi mengumumkan bahwa berkas perkara kasus tersebut telah dinyatakan lengkap alias P21 dan siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk segera disidangkan.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas praktik korupsi di tingkat desa yang seringkali menghambat investasi dan merugikan masyarakat.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, menegaskan bahwa proses hukum terhadap oknum kades tersebut berjalan tanpa pandang bulu.
“Satu kasus tindak pidana korupsi yang menjadi perhatian, yakni yang melibatkan oknum kepala desa di Cikuda. Kami sudah melakukan penegakan hukum untuk proses kasusnya sudah P21,” kata Wikha.
Kasus Agus Sutisna bukan sekadar perkara hukum biasa, melainkan menjadi shock therapy bagi seluruh pemangku kebijakan di Kabupaten Bogor.
Praktik memperkaya diri sendiri dengan memanfaatkan jabatan adalah pelanggaran serius yang tidak akan ditoleransi.
Wikha mengingatkan agar kasus ini menjadi cermin bagi aparat desa lainnya. Integritas adalah harga mati dalam pelayanan publik.
“Saya yakin ini akan menjadi pembelajaran bagi para aparat yang lain. Sehingga, tidak melakukan pelanggaran kejahatan yang sama. Kasus itu saya harapkan bisa menjadi efek jera bagi oknum-oknum lain yang mungkin berpikir untuk melakukan kejahatan yang sama,” jelasnya.
Baca Juga: Cek Jadwal KRL Bogor-Jakarta Jumat 2 Januari 2026: Jangan Sampai Ketinggalan Kereta!
Kapolres juga memberikan ultimatum keras kepada siapa saja yang berniat bermain api dengan hukum di wilayahnya.
“Apabila mau ada yang coba-coba, akan berhadapan dengan Polres Bogor, akan kami lakukan penegakan hukum dengan tuntas,” lanjut Wikha dengan nada tegas.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, membeberkan bahwa Agus Sutisna terbukti menerima gratifikasi melalui praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan dokumen tanah.
Korbannya adalah sebuah perusahaan swasta yang berniat menanamkan modal dan berinvestasi di wilayah Cikuda. Alih-alih mempermudah investasi, sang Kades justru mematok tarif ilegal.
“Hal ini yang ditetapkan oleh kami adalah sejauh ini adalah gratifikasi, kenapa? Karena dia mengambil kelebihan pembiayaan atau pungutan liar permeter itu Rp30 ribu, yang secara keseluruhan itu terkumpul terhimpun Rp2,3Milliar,” jelas Eko.
Angka Rp2,3 Miliar tentu sangat fantastis untuk level pemerintahan desa. Praktik ini dinilai sangat merugikan iklim investasi dan mencoreng nama baik birokrasi di mata publik.
Berita Terkait
-
Cek Jadwal KRL Bogor-Jakarta Jumat 2 Januari 2026: Jangan Sampai Ketinggalan Kereta!
-
Pesta Mabuk Batal! Polres Bogor Gilas 9.873 Botol Miras Ilegal Jelang Malam Tahun Baru
-
Kejari Bogor Tuntaskan Ribuan Kasus hingga Setor Denda Tilang Rp405 Juta
-
4 Wisata di Caringin Bogor, Dari Rafting Seru hingga Ngopi Hits di Hutan Pinus
-
Bikin Melongo! Bogor Amankan Puluhan Miliar dari Penyelewengan Dana Desa hingga Makan Minum
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana
-
Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian
-
IMSO ke-23 Digelar di Depok, 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika dan Sains
-
Imbas Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Dirjen PAS Minta Semua Bangunan Liar Dibongkar
-
KPK Pasang Mata di Lapas Cibinong, Buka Peluang Usut Dugaan Korupsi