-
Kota Tangerang Selatan mengalami krisis pembuangan sampah setelah pemerintah Kabupaten Bogor dan Kota Serang kompak menghentikan penerimaan kiriman sampah akibat tekanan warga serta masalah teknis lingkungan.
-
Pemerintah Kabupaten Bogor menghentikan uji coba pengiriman sampah karena adanya ketidaksesuaian spesifikasi jenis sampah yang dikirim, guna mencegah dampak penumpukan limbah dan bau busuk di wilayah Cileungsi.
-
Kota Serang menghentikan sementara kerja sama pembuangan sampah di TPAS Cilowong untuk mengevaluasi aspirasi warga Taktakan yang mengeluhkan gangguan bau menyengat serta lalu lintas truk sampah dari Tangsel.
SuaraBogor.id - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sedang menghadapi ujian berat di awal tahun. Upaya menitipkan sampah ke daerah tetangga ternyata tidak berjalan mulus.
Dua daerah penyangga, Kabupaten Bogor dan Kota Serang, kompak mengambil sikap tegas untuk menolak atau menunda penerimaan sampah kiriman tersebut.
Situasi ini menempatkan Tangsel dalam posisi sulit. Penasaran apa alasan di balik penolakan ganda ini. Berikut adalah 4 fakta menarik yang wajib kamu tahu:
1. Bogor Pasang "Rem Darurat" Pasca Uji Coba
Fakta pertama datang dari timur. Pemerintah Kabupaten Bogor memutuskan untuk menghentikan sementara rencana pengiriman sampah ke Cileungsi.
Padahal, uji coba baru berjalan satu minggu. Sekda Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dengan tegas meminta jeda.
"Saya sampaikan, tunggu dulu. Jangan dilanjutkan sebelum dilaporkan dan dibahas," kata Ajat.
Sikap ini menunjukkan kehati-hatian Bogor agar tidak kecolongan masalah di kemudian hari.
2. Dokumen vs Realita: Kertas atau Sampah Campur?
Baca Juga: Pemkab Bogor Hentikan Paksa Kiriman Sampah Tangsel di Cileungsi
Alasan utama Bogor menolak adalah ketidaksesuaian data. Dokumen menyebutkan sampah yang dikirim ke pabrik PT Aspex Kumbong adalah kertas untuk bahan baku industri.
Namun, realitasnya Tangsel butuh membuang sampah campur termasuk kain dan organik.
Jika sampah campur ini masuk, risiko pembusukan dan bau tak sedap akan menghantui warga Cileungsi.
"Yang dibutuhkan itu kejelasan. Karena kalau terjadi masalah di lapangan, pemerintah yang nanti akan disalahkan," tambah Ajat.
3. Serang Mundur Teratur Demi Warga Taktakan
Di sisi barat, Kota Serang yang sebelumnya welcome, kini berubah haluan. Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengumumkan penghentian sementara kiriman ke TPAS Cilowong.
Tag
Berita Terkait
-
Pemkab Bogor Hentikan Paksa Kiriman Sampah Tangsel di Cileungsi
-
Mulai 2026 Warga Bogor Wajib Bayar Sampah Online, Kalau Tidak Nanti Dibiarkan Menumpuk
-
Bogor Raya hingga Bali: Ini 7 Lokasi yang Akan Mengubah Sampah Menjadi Harta Karun Listrik
-
Imbas Kinerja Buruk dan Kasus Korupsi, Pemprov Jabar Putus Kontrak Pengelolaan TPPAS Lulut Nambo
-
Kado Ultah ke-40 Bupati Bogor: 25.000 Pohon Ditanam ASN
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Jumat Kelabu di Bogor Selatan, Longsor Bonggol Bambu Timbun 2 Balita
-
Damkar Ciomas Bawa Mobil Tempur Cuma Buat Isi Kolam Renang Bocah yang Nangis Kejer
-
Damkar Bogor Gandeng Media Jadi Jembatan Edukasi Tanggap Bencana dan Bahaya Kebakaran
-
3 Rekomendasi Botol Minum Sepeda Terbaik 2026, Harga Mulai Rp50 Ribuan
-
BRI Salurkan Bonus dan Literasi Keuangan untuk Atlet SEA Games 2025