- Pergeseran tanah di Desa Pabuaran, Bogor, berdampak pada sekitar 60 kepala keluarga, termasuk 38 rusak berat dan mengungsi.
- Bupati Bogor menjamin perbaikan rumah serta bantuan sewa Rp750.000/bulan selama enam bulan bagi warga terdampak.
- Pemkab Bogor akan segera melakukan kajian geologi teknis untuk menentukan langkah perbaikan atau relokasi hunian warga.
SuaraBogor.id - Warga Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kini menghadapi cobaan berat. Bencana pergeseran tanah telah melanda wilayah mereka, meninggalkan puluhan keluarga dalam ketidakpastian akan nasib huniannya.
Namun, di tengah keprihatinan ini, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dengan tegas memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor tidak akan tinggal diam. Ia menjamin bantuan perbaikan dan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terdampak.
Menurut data sementara, terdapat sekitar 60 kepala keluarga (KK) yang terdampak pergeseran tanah Sukamakmur ini.
Dari jumlah tersebut, 38 KK mengalami kerusakan rumah kategori rusak berat, yang memaksa mereka mengungsi.
Sementara sisanya, kepala keluarga lainnya berada di wilayah dengan kondisi tanah yang masih bergerak, meskipun bangunannya tidak rusak parah. Situasi ini menyoroti urgensi penanganan cepat dan komprehensif dari Pemkab Bogor.
"Keselamatan warga adalah yang utama. Tahap pertama yang kami lakukan adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian,” kata Rudy Susmanto saat meninjau lokasi, Jumat (30/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan bantuan sewa rumah sementara selama enam bulan bagi seluruh warga terdampak.
Bantuan diberikan sebesar Rp750.000 per bulan dan dibayarkan sekaligus untuk enam bulan pertama. Ini adalah bantuan bencana yang sangat krusial, memungkinkan warga untuk segera menempati hunian yang aman dan layak, terlebih lagi menjelang bulan suci Ramadan yang membutuhkan ketenangan dan kenyamanan.
Rudy Susmanto juga menegaskan bahwa kajian teknis terhadap struktur tanah akan segera dilakukan. Tim geologi akan diturunkan untuk meneliti tingkat kelabilan tanah dan penyebab pergeseran tanah, apakah merupakan karakter alami tanah atau dipengaruhi faktor lain seperti curah hujan ekstrem atau aktivitas manusia.
Baca Juga: Pemkot Bogor Dinilai Lalai Izinkan Kafe Miras Dekat Sekolah dan Pesantren
“Hasil kajian geologi ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah lanjutan, apakah rumah warga bisa diperbaiki di lokasi semula atau perlu dilakukan relokasi,” ujarnya.
Bupati Rudy Susmanto secara tegas memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tidak akan lepas tangan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.
Proses rekonstruksi dan perbaikan rumah akan dilaksanakan sesuai dengan kategori kerusakan dan hasil kajian teknis di lapangan. Komitmen ini memberikan kepastian dan harapan bagi korban bencana Bogor untuk dapat kembali memiliki hunian yang layak dan aman.
Berita Terkait
-
Pemkot Bogor Dinilai Lalai Izinkan Kafe Miras Dekat Sekolah dan Pesantren
-
PAD Kota Bogor Bocor Miliaran! Setoran Pajak Parkir Alfamart-Indomaret Cuma Rp35 Ribu Sebulan
-
Kampung Santri Memanas! Warga Katulampa Somasi Wali Kota Bogor, Tuntut Tutup Permanen Kafe Michan
-
Perwali Bogor Dipertanyakan! Warga Katulampa Resah Batin Akibat Peredaran Miras di Kafe Michan
-
3 Spot 'Hype' di Bogor Utara yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Gen Z Akhir Pekan Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan
-
El Clasico Milik Maung Bandung! Jalan Pandu Raya Bogor Mendadak Membiru Usai Persib Libas Persija
-
Mata Air dan Sumur Mengering, 90 Jiwa di Bogor Selatan Terdampak Bencana Kekeringan
-
Berawal dari Bau Busuk Menyengat, Saksi Intip Jendela dan Temukan Pensiunan ASN Meninggal Kaku
-
Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam