- PMI dan Pemkab Bogor mengirim dua truk logistik pada Jumat (30/1/2026) untuk korban tanah longsor Cisarua.
- Sebanyak 17 personel gabungan dikerahkan untuk membantu pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi.
- Logistik bantuan tersebut disalurkan kepada dua dapur umum yang dikelola oleh Pemprov Jawa Barat dan BPBD Bandung Barat.
SuaraBogor.id - Di tengah duka yang masih menyelimuti korban bencana tanah longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, secercah harapan datang dari Kabupaten Bogor.
Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan solidaritas tinggi dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Ketua PMI Kabupaten Bogor, Indra Fermanto, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan untuk korban bencana Cisarua meliputi tidak hanya kebutuhan pokok, tetapi juga dukungan personel relawan dan peralatan penting.
"Kita dengan tim BPBD selama 9 hari titiknya kita sudah mendapatkan hasil dari koordinasi dengan BPBD Bandung Barat. Hari ini kami membawa bantuan logistik, keperluan dapur umum di sana kemudian kita juga bawa peralatan bekerja, dan lainnya,” jelasnya, Jumat (30/1/2026).
Untuk memastikan bantuan bencana sampai tepat sasaran dan proses pemulihan berjalan efektif, tim gabungan yang kuat telah diterjunkan.
Indra Fermanto menuturkan, sebanyak 17 personel gabungan dari PMI dan BPBD Kabupaten Bogor dikerahkan ke lokasi.
Mereka tidak hanya membantu proses pencarian korban longsor, tetapi juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah Bandung Barat.
"Hari ini kita dari tim BPBD itu berangkat 12 personil kemudian dari PMI 5 orang relawan kita membawa 2 kendaraan truk logistik 2 double cabin dan 1 motor,” jelas Indra.
Armada ini membawa logistik kemanusiaan yang krusial untuk menopang kehidupan sementara para pengungsi dan relawan.
Baca Juga: Pastikan Keselamatan Warga Sukamakmur, Rudy Susmanto Siapkan Dana Sewa Rumah 6 Bulan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menambahkan detail penting mengenai penyaluran bantuan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan logistik tersebut disalurkan ke dua dapur umum yang disiapkan dan dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sistem ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi distribusi.
"Saat ini ada 2 dapur yang dikelola BPBD Provinsi dan BPBD Bandung Barat. Untuk provinsi itu menangani seluruh relawan yang melakukan pencarian evakuasi, sedangkan untuk Bandung Barat dapurnya untuk masyarakat yang terdampak,” pungkas Ade Hasrat.
Pembagian tugas ini memastikan bahwa kebutuhan relawan dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara optimal, menjadi tulang punggung dalam pemulihan pasca-bencana.
Berita Terkait
-
Pastikan Keselamatan Warga Sukamakmur, Rudy Susmanto Siapkan Dana Sewa Rumah 6 Bulan
-
Pemkot Bogor Dinilai Lalai Izinkan Kafe Miras Dekat Sekolah dan Pesantren
-
PAD Kota Bogor Bocor Miliaran! Setoran Pajak Parkir Alfamart-Indomaret Cuma Rp35 Ribu Sebulan
-
Kampung Santri Memanas! Warga Katulampa Somasi Wali Kota Bogor, Tuntut Tutup Permanen Kafe Michan
-
Perwali Bogor Dipertanyakan! Warga Katulampa Resah Batin Akibat Peredaran Miras di Kafe Michan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN
-
Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung
-
KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN
-
OTT Ke-20 KPK Terkait HGB Bogor: Seret Pejabat BPN, Eks Bupati Kebumen, dan Bos Summarecon
-
BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia