- Universitas Ibn Khaldun Bogor dan Kementerian Ketenagakerjaan RI menandatangani nota kesepahaman pada 4 Mei 2026 di Bogor.
- Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa melalui pengembangan kompetensi relevan menghadapi transformasi digital dan otomasi industri.
- Kemitraan tersebut akan berlangsung selama lima tahun guna menjembatani kesenjangan keterampilan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan pasar.
SuaraBogor.id - Pertanyaan 'Mau cepat dapat kerja setelah lulus kuliah?' kini semakin relevan bagi generasi muda di tengah dunia kerja yang makin kompetitif dan penuh ketidakpastian.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor mengambil langkah strategis dengan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk menyiapkan lulusan yang benar-benar siap kerja di era digital.
Kolaborasi ini adalah upaya proaktif untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Kolaborasi ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026, dalam momentum Studium Generale bersama Menteri Ketenagakerjaan RI di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq, UIKA Bogor.
MoU tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dr. Cris Kuntadi bersama Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, serta disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor (YPIKA), dan Ketua Senat UIKA Bogor.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 500 mahasiswa UIKA Bogor yang antusias mengikuti kuliah umum bertema 'Transformasi Dunia Kerja di Era Digital: Dampak AI, Otomasi, dan Digitalisasi terhadap Lapangan Kerja'.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, menegaskan bahwa dunia kerja saat ini sedang mengalami perubahan besar yang tidak bisa dihindari.
"Dunia kerja sedang berubah drastis. Pekerjaan akan selalu ada, bahkan terus bertambah. Tapi persoalannya, apakah talenta kita siap untuk mengisinya?” tegasnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Berdasarkan laporan global, sekitar 92 juta pekerjaan akan hilang atau tergantikan pada tahun 2030. Namun di sisi lain, akan muncul sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan yang berbeda.
Baca Juga: Sentil UI dan IPB, Peneliti TII Tegaskan Candaan Seksis di Grup Chat Bisa Dipidana
Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Indonesia, di mana sekitar 86,9% angkatan kerja masih berpendidikan maksimal SMA/SMK dan lebih dari 55% bekerja di sektor informal. Ini menunjukkan adanya kesenjangan nyata antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja di lapangan.
Menteri Ketenagakerjaan juga menekankan bahwa tren rekrutmen saat ini mulai bergeser. Dunia industri tidak lagi hanya melihat ijazah, tetapi lebih menekankan pada keterampilan nyata.
“Ke depan, yang dilihat bukan lagi sekadar gelar, tetapi apa yang bisa dilakukan. Skill akan menjadi kunci utama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun future-ready talent, yaitu generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan digital, tetapi juga human skills seperti berpikir kritis, komunikasi, adaptasi, dan empati.
“AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi manusia yang tidak mampu beradaptasi dengan AI yang akan tertinggal,” tambahnya.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan growth mindset serta pola pikir kewirausahaan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru di tengah perubahan zaman.
Berita Terkait
-
Sentil UI dan IPB, Peneliti TII Tegaskan Candaan Seksis di Grup Chat Bisa Dipidana
-
Prof. Mujahidin: UIKA Bogor Kini Jadi Destinasi Pendidikan Mahasiswa Lintas Benua
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus
-
UI Periksa 16 Mahasiswa Terkait Dugaan Kekerasan Verbal di Fakultas Hukum
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Bupati Bogor Tebar Bendera Merah Putih Hingga ke Pelosok Desa
-
Nekat Jual Tramadol Tanpa Izin di Bogor? Siap-siap Dipenjara 12 Tahun dan Denda Rp5 Miliar
-
Topang Sektor Riil, BRI Sambut Positif Kebijakan Penempatan Dana SAL Pemerintah
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan